October 16, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Anaknya Ditangkap, Seorang Ibu di Medan Cari Keadilan

MEDAN || Indocybernews.com – Tak peduli rasa sakit yang diderita, Noviritani Lumban Tobing (56), akhirnya bangkit dari tempat tidur IGD RSU Pirngadi Medan, ketika anaknya perempuannya Deasy Natalia Sinulingga (32), ditangkap belasan Personil Polsek Percut Seituan atas tuduhan penyelidikan, pada saat menyusui bayinya yang masih berumur 2 bulan, serta mengurus 2 anaknya yang masih kecil, Jumat (10/9) sekira pukul 23.00 WIB.

Menurut Noviritani Lumban Tobing saat ditemui di Kantor Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), Minggu (12/9).

Ia mengatakan bahwa malam itu (10/9), dirinya yang masuk ke IGD RSU Pirngadi Medan, direncanakan akan dirawat dalamap, karena selama ini mengalami penyakit kanker, terpaksa bangkit dan pulang ke rumah adiknya yang selama ini ditumpanginya, jalan Bhayangkara Medan, Kecamatan Medan Tembung, bersama anaknya Deasy Natalia Sinulingga dan 3 orang cucunya yang masih kecil.

Hal itu dikarenakan dirinya menerima telpon bahwa anaknya Deasy ditangkap Personil Polsek Percut Seituan atas tuduhan penganiayaan.

“Saat penangkapan malam itu (10/9), anak saya sedang menyusui bayinya yang baru berumur 2 bulan, serta sedang mengurus kedua anaknya yang masih kecil kecil, saat penangkapan anak saya, Personil Polsek Percut turun hingga 3 atau 4 mobil dan membawa anak saya dalam keadaan tangan tergari, serta membiarkan bayi 2 bulan anak saya dan 2 anaknya lagi, hal itu saya dengar dari adik saya, hati nenek mana yang tak terenyuh ketika mendengar anak perempuannya ditangkap dan cucu saya ditelantarkan, padahal satu cucu saya masih menyusui dengan ibunya,”ungkap Noviritani yang sedang menggendong cucunya sambil menangis.

Selanjutnya, Noviritani yang sampai ke rumah pada tengah malam (11/9) sekira pukul 01.00 WIB, tak lama kemudian mendatangi Polsek Percut untuk menemui anaknya, namun hal itu tak diperbolehkan, malah salah seorang personil Polsek Percut menggembok rantai ke pagar besi Polsek Percut.

“Saat itu saya hanya bisa menangis atas perlakuan oknum Polsek Percut tersebut, seakan Polsek Percut bukan milik masyarakat dan akhirnya saya kembali pulang sambil menenangkan cucu saya yang masih bayi, karena tak mau minum susu SGM yang dibelikan adik saya, karena selama ini minum ASI” tuturnya sambil menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya.

Kaum, selaku kuasa hukum, melalui Ketua Kaum, Mahmud Irsyad Lubis,SH kepada wartawan mengatakan bahwa tak seharusnya pihak kepolisian melakukan tindakan terhadap ibu yang sedang menyusui anaknya dengan memisahkannya.

“Karena anak tersebut butuh asupan ASI dari ibunya, apalagi si ibu masih memiliki 2 anak kecil lagi dan seorang ibu yang telah tua dalam keadaan sakit, seharusnya perhatikan HAM anak anak itu, apalagi yang bayi, ini hanya tuduhan penganiayaan, ini jelas pelanggaran HAM, apalagi ibu yang baru saja melahirkan juga memiliki laporan di Polsek Percut, laporan terhadapnya dinaikan, laporan si ibu tetap mengambang, kita akan lakukan upaya hukum atas tindakan oknum Kapolsek Percut, ” terang Mahmud Irsyad Lubis,SH.

Sementara itu, Kapolsek Percut Seituan, AKP Janpiter Napitupulu ketika dikonfirmasi (12/9), mengatakan bahwa pelapor sudah 2 kali melaporkan kejadian yang sama.

“Kami Kepolisian sudah sangat toleransi karena kejadian di bulan 7, Keluarga korban bolak balik datang ke Polsek dan saya berikan penjelasan sabar dulu karena ibu Desi masih baru melahirkan, Ibu Desi mengulangi perbuatan yang sama kepada bapak ini dan sudah dilaporkan ke Polsek, untuk menjaga hal hal yang tidak kita inginkan maka kita lakukan penangkapan pak,” pungkasnya.