October 16, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Baku Tembak Dengan KKB, Brigjen TNI Putu IGP Danny Meninggal Dunia

Baku Tembak Dengan KKB, Brigjen TNI Putu IGP Danny Meninggal Dunia

Baku Tembak Dengan KKB, Brigjen TNI Putu IGP Danny Meninggal Dunia

Papua | Indocybernews.com – Kabar duka datang dari tanah Papua, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu IGP Danny NK meninggal dunia di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Memang benar Brigjen TNI Putu IGP Danny yang menjabat Kabinda dilaporkan meninggal di Beoga namun hingga kini belum ada laporan lengkapnya, kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri seperti di kutip dari Antara, Minggu (25/04/2021)

Dan seperti Informasi yang di himpun intipos.com dari berbagai sumber, Pada 25 April 2021 sekira Pukul 15.30 WIT, seperti laporan dari salah satu Pos terdekat, jika terdengar bunyi tembakan di Kp. Dangbet Distrik Beoga, Ada 14 Orang di bawah Pimpinan Kabinda Papua beserta Satgaster dan koramil yang sedang melaksanakan Tinjau Medan untuk melaksanakan Patroli/Ambush.

Tim tersebut dengan menggunakan 8 Sepeda Motor di Kp. Dangbet Distrik Beoga dari pukul 09.18 sampai dengan kejadian tersebut, Dan sesuai Laporan dari Radio Komunikasi dari koramil, 1 (satu) Orang personil dari mereka terkena tembakan, dan ternyata Brigjend TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya S.E. (Kabinda Papua) tertembak dan Meningal Dunia di tempat.

Dan sesuai informasi yang di dapat Jenazah Brigjend TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya S.E. akan di terbangkan dari Timika ke Jakarta sekira Pukul 12.55 WIT menggunakan pesawat Batik Air.

Seperti diketahui, kondisi Beoga di Kabupaten Puncak, Papua sempat memanas karena ulah KKB. Selama bulan April, sejumlah orang tewas dan bangunan dirusak KKB.

KKB Papua menembak masyarakat sipil di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (08/042021). Akibatnya, seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43 tahun) tewas dalam penembakan itu.

KKB di Papua juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak. Pembakaran dilakukan sore hari usai penembakan terhadap guru SD. (tyo)