Indramayu, Jawa Barat – Desa Bugel di Kecamatan Patrol, Indramayu, dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Pembuang Bugel yang berhulu di Sungai Plawad. Peristiwa ini berdampak pada 225 rumah dan diperkirakan memengaruhi sekitar 900 jiwa.
Kondisi Terkini dan Desa yang Terdampak
Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, menjelaskan bahwa Kecamatan Patrol memiliki delapan desa, namun Desa Bugel, Limpas, Patrol, dan Sukahaji merupakan daerah yang kerap dilanda banjir. Dari keempat desa tersebut, Desa Bugel menjadi yang paling sering terdampak.
“Perlu diketahui, di Kecamatan Patrol ada delapan desa. Daerah yang memang rawan dan langganan banjir antara lain Desa Limpas, Patrol, Sukahaji, dan Bugel. Namun yang paling sering terdampak adalah Desa Bugel,” ujar Bagus Asep Trisnadi saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
Penyebab Banjir
Banjir kali ini dipicu oleh luapan Sungai Pembuang Bugel yang menerima pasokan air dari Sungai Plawad. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan peningkatan debit air yang kemudian mengalir ke hilir.
“Ketika hujan besar terjadi di hulu Sungai Plawad, setelah reda air langsung turun dan bermuara ke Sungai Pembuang Bugel. Dari luapan itu, air masuk ke wilayah Bugel dan Sukahaji,” jelas Bagus.
Dampak pada Permukiman dan Pertanian
Ketinggian air di permukiman warga dilaporkan mencapai 70-80 sentimeter di luar rumah. Sementara itu, di dalam rumah, ketinggian air berkisar antara 5-10 sentimeter.
Salah seorang warga, Dewi, menceritakan pengalamannya saat rumahnya terendam air. “Kalau air itu masuk ruang tamu kurang lebih 15 sentimeter, beda sama ruang TV karena di ruang TV tanahnya lebih tinggi,” tuturnya saat ditemui di depan rumahnya.
Selain merendam rumah warga, banjir ini juga memberikan dampak pada sektor pertanian di wilayah tersebut.






