Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Lembaga ini mendirikan dapur umum serta menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk para korban bencana yang mengungsi.
Respons Cepat Tanggap Darurat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah setempat. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama Pemda setempat agar kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan penanganan dilakukan secara cepat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya pada Minggu, 25 Januari 2026.
Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Slamet sejak Jumat (23/1) sore hingga dini hari. Akibatnya, tiga sungai besar di Pemalang, yakni Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso, meluap. Luapan ini membawa serta material lumpur, bebatuan, dan kayu gelondongan dari kawasan hutan, menerjang pemukiman warga di Kecamatan Pulosari.
Dampak Banjir dan Longsor
Desa Gunungsari, Penakir, Jurang Mangu, dan Sima menjadi wilayah yang terdampak parah. Khususnya di Wilayah Sawangan, Desa Penakir, dilaporkan sekitar 10 rumah mengalami kerusakan berat, bahkan empat unit mobil dilaporkan terseret arus banjir. Data sementara mencatat 380 jiwa terdampak langsung, dengan 119 jiwa terpaksa mengungsi di beberapa lokasi seperti Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, dan TK Pulosari.
Korban jiwa juga dilaporkan dalam peristiwa ini. Satu orang meninggal dunia yang identitasnya masih dalam proses verifikasi di Rumah Sakit Islam Pemalang. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka berat dan telah mendapatkan perawatan medis. Kerugian material juga signifikan, meliputi 10 unit rumah rusak, satu fasilitas ibadah rusak, serta dua jembatan penghubung antar dusun di Desa Pulosari yang terputus. Jembatan Sungai Reas juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Bantuan Logistik dan Penanganan Lanjutan
Menindaklanjuti kondisi darurat, Kemensos segera melakukan asesmen dan pendataan, membantu evakuasi warga ke tempat aman, serta menangani korban di fasilitas kesehatan. Pendirian dapur umum di Kantor Kecamatan Pulosari menjadi prioritas untuk memastikan ketersediaan pangan bagi para pengungsi.
Bantuan logistik telah disiapkan dan dikirimkan dari Gudang Induk Bekasi menuju Kecamatan Pulosari. Rincian bantuan tersebut meliputi:
- 2.000 paket makanan siap saji
- 1.000 paket lauk pauk siap saji
- 200 lembar selimut
- 200 kasur
- 100 paket kidswear
- 200 family kit
- 200 tenda gulung
- 1 unit tenda serbaguna
- 1 unit dumlap
Meskipun kondisi banjir dilaporkan mulai surut secara bertahap, hujan dengan intensitas sedang hingga deras masih berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Pulosari, disertai kabut tebal dan angin kencang.
Kolaborasi Penanganan Bencana
Penanganan bencana ini merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur, termasuk Direktorat PSKB Kemensos, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Pemalang, BPBD, TNI-Polri, Tagana, PMI, pemerintah kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.






