DENPASAR, BALI – Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, telah mendeportasi Zuleam Costinel Cosmin, seorang buron Interpol asal Rumania, kembali ke negaranya setelah ia bersembunyi di Pulau Dewata. Selama berada di Bali, Cosmin diketahui telah menikah dengan seorang warga negara Indonesia (WNI).
Sinergi Penegakan Hukum
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, menyatakan komitmen lembaganya dalam menjaga keamanan nasional. “Kami meningkatkan sinergi dengan pihak berwenang demi menegakkan hukum, menjaga keamanan dan ketertiban nasional,” ujar Winarko di Denpasar, Bali, Kamis (22/1/2026), dilansir Antara.
Proses deportasi dilakukan dengan Cosmin yang mengenakan celana panjang putih dan kaus krem, tangannya diborgol, didampingi sejumlah petugas Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia meninggalkan Bali menggunakan maskapai Timur Tengah melalui Doha menuju kota tujuan akhir, Bucharest, Rumania.
Pelacakan dan Penangkapan
Pria berusia 33 tahun ini masuk dalam daftar merah Interpol dan menjadi buronan di negaranya. Penangkapan Cosmin dilakukan pada Kamis (15/1) oleh Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali. Keberadaannya di Indonesia terlacak di Jakarta dan Bali sejak November 2025.
Berdasarkan data perlintasan Imigrasi, Cosmin pertama kali memasuki Indonesia pada 14 November 2023 dari Chengdu, China, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. Terdapat upaya percobaan keluar Indonesia dari Denpasar menuju Kuala Lumpur yang terdeteksi melalui pemesanan tiket, namun yang bersangkutan tidak tercatat dalam data perlintasan keimigrasian.
Aparat berwenang kemudian menerima informasi tambahan dari petugas di Bucharest bahwa target masih berada di Bali. Selama di Pulau Dewata, polisi mengungkapkan bahwa Cosmin hidup dari penghasilan istrinya yang tidak mengetahui status buronan suaminya. Pernikahan tersebut diketahui dilakukan secara siri.
Kasus Pembunuhan dan Perampokan
Cosmin merupakan salah satu buronan paling dicari di Rumania dan wilayah Eropa atas kasus pembunuhan dan perampokan yang terjadi pada 6 November 2023.






