October 26, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Dapot Diringkus Satres Narkoba Polres Tanjung Balai

TANJUNG BALAI || Indocybernews.com – Meski disibukkan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19, Kapolres Tanjung Balai AKBP Triyadi SH, SIK, MH tetap berkomitmen memberantas peredaran narkoba. Terbukti Kamis (2/9/2021) siang sekira pukul 14.30 Wib Tim Opsnal Satres Narkoba berhasil meringkus seorang Bandar.

 

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Tanjung Balai berhasil meringkus DP alias Dapot (39) dirumahnya di Jalan Mesjid Keramat Kuba Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai.

 

Saat di konfirmasi wartawan Kapolres Tanjung Balai mengatakan penangkapan Pelaku Dapot berawal adanya informasi masyarakat bahwa Pelaku Dapot sering menjadikan rumahnya sebagai transaksi Shabu. Setelah dilakukan penyelidikan, Kamis (2/9/2021) siang sekira pukul 14.30 Wib Tim Opsnal Satres Narkoba dipimpin Kanit idik I IPDA Hendra Karo-karo SH dan dan Kanit Idik II IPDA N.Tamba menggerebek rumah itu serta meringkus Pelaku Dapot dalam kamar sedang memasukan diduga narkotika Jenis shabu kedalam kaleng roti merk Hatari.

 

Tim Opsnal disaksikan Kepala Lingkungan (Kepling) setempat melakukan penggeledahan di rumah itu, kemudian menemukan barang bukti 21 bungkus diduga Shabu dengan berat Kotor (bruto) 16,09 gram, 4 bal plastik klip transfaran, 2 unit timbangan digital /elektrik, 1 unit HP merk Nokia warna biru, 1 kaleng roti merk Hatari berisikan plastik bekas diduga shabu, Uang

tunai Rp 315.000.

 

Diinterogasi Pelaku Dapot mengaku barang bukti Shabu itu miliknya yang didapatkannya dari seseorang yang dikendalikan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Langkat. Lalu Kedua Kanit Idik itu memperintahkan Tim Opsnal memboyong Pelaku Dapot dan seluruh barang bukti ke ruangan penyidikan Satres Narkoba Polres Tanjung Balai.

 

“Pelaku DP alias Dapot sudah diamankan guna dilakukan pengembangan dan ditahan dengan mempersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) UU No.35 tentang narkotika ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati,”Pungkas AKBP Triyadi.