November 28, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Diduga Tempat Prostitusi, Awak Media Dikejar Preman Bayaran

Diduga Tempat Prostitusi, Awak Media Dikejar Preman Bayaran

Diduga Tempat Prostitusi, Awak Media Dikejar Preman Bayaran

MEDAN || Indocybernews.com – Diduga tempat usaha “Mei Ching Spa” di Jalan Negara, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung menyediakan tempat ajang penyimpangan seks (prostitusi) dengan berkedok jasa Pijat/Spa.

Dikutip dari kabarmetro.co.id , pantauan awak media di lokasi Rabu (17/11/2021) sore, dugaan bisnis usaha ilegal berkedok tempat pijat/spa itu beraktivitas tepatnya di rumah toko (ruko) tiga lantai.

Guna membuktikan kebenaran itu, awak media pun lalu mencoba menerobos masuk kedalam. Disitu wartawan langsung disuguhkan oleh wanita-wanita cantik berpakaian seksi yang membuat birahi kaum pria memuncak.

“Apa bang mau pijat, kalau mau pijat masuk aja,”kata Eli, pemilik Mei Ching Spa itu kepada awak media.

Tak berapa lama, seorang pria datang dan langsung menuju para wanita berpakaian seksi yang tengah duduk sembari menunggu pelanggan (tamu) nya.

Lantas pria itu disambut salah seorang wanita berpakaian seksi dan kemudian membawanya naik ke atas lantai dua menuju kamar.

Selanjutnya awak media pun langsung pergi dan mengambil photo diluar lokasi tempat usaha “Mei Ching Spa”. Namun pemilik usaha marah dan mencoba melarang wartawan untuk mengambil photo.

“Eh ngapain kalian photo-photo, jangan kayak gitulah. Kalau mau uang sinilah biar kita bicarakan,”kata Eli, memaksa salah satu wartawan untuk masuk kedalam tempat usahanya.

Tak menghiraukan ajakannya, lantas awak media pun pergi meninggalkan lokasi. Tak jauh dari lokasi, dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor lalu mengejar dan menghampiri awak media.

“Kalian jangan ganggu, ini wilayah ku. Masih banyak usaha ilegal disini,”kata pria mengenakan baju kemeja putih yang diduga suruhan Eli, selaku pemilik usaha Mei Ching Spa, sembari berlalu.

Diketahui, dugaan usaha ilegal praktek prostitusi “Mei Ching Spa” itu sudah beraktivitas selama belasan tahun. Dengan berkedok pijat/spa, usaha tersebut dapat mengelabui pihak kecamatan bahkan kepolisian setempat. Sehingga dugaan praktek prostitusi pun berjalan dengan mulus.