October 23, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Dirreskrimum Polda Sumut Paparkan Pelaku Begal Sadis

Sumut | Indocybernews.com – Kasus begal sadis yang terjadi di Jalan Kapten Sumarsono dan Jalan Gaperta Medan yang videonya viral di media sosial beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Sebanyak 7 orang ditangkap. Terungkap, pelaku sudah menunggu korbannya sejak dini hari dan mencari sasaran secara acak.

Hal tersebut terungkap saat Presdi Mapolrestabes Medan pada Rabu (2/6/2021) sore. Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko memaparkan, kasus ini diungkap oleh tim gabungan dari Polsek Helvetia, Polrestabes Medan dibackup Polda Sumut.
Pihaknya menangkap sebanyak 7 orang, yang mana ada 1 orang yang menjadi pelaku utama, berinisial ALT (40). Warga Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia beraksi seorang diri kemudian menjual sepeda motor korban berinisial AM kepada seorang penadah jaringan Medan, Binjai dan Aceh.
“Seluruhnya sudah diamankan. Begitu juga dengan barang bukti di TKP dan Aceh, sudah disita,” ungkapnya.
Tersangka ALT, kedua kakinya ditembak karena melawan saat penangkapan dan membahayakan anggota di lapangan yang akan menangkapnya.
Setelah penangkapan ALT pada 30 Mei 2021, secara beruntun pihaknya juga menangkap 6 tersangka lainnya, yakni NS (Helvetia), RBC, MN, MF (Langkat) MS (Binjai), PM (Aceh).
“Seluruh pelaku 480 terima fee dari hasil kejahatan tersebut. Barang buktinya ada pisau, sandal dan termasuk sepeda motor yang disita dari Aceh,” katanya.
Dijelaskannya, agar aksinya berjalan mulus, ternyata ALT sudah berada di lokasi tersebut sejak pukul 03.00-04.00 WIB. ALT bejalan-jalan dari depan pintu gerbang RS Paru kemudian menyeberang dan mengitari lokasi. ALT bahkan juga sempat membeli air mineral dan kembali ke tempat semula.
Sekitar 1 jam menunggu di depan RS Paru, ALT kemudian beraksi. Pergerakan tersangka, lanjut dia, diamati dari kamera 25 CCTV yang berada di sekitar lokasi. ALT memilih sasarannya secara acak. Hal tersebut merupakan modus yang baru di mana dia melakukannya sejak dini hari.
Tatan menambahkan, tersangka ALT ternyata seorang residivis dengan kasus yang sama, pencurian dengan kekerasan. Sudah 3 kali dia dipenjara. Dari kasus yang dilakukannya, satu di antaranya adalah membunuh abang kandungnya.
“Positif narkoba dan sebelumnya kasus 338, yakni membunuh abang kandungnya sendiri. (bebas karena) program asimilasi Covid-19 pada 2020, dan terhadap tersangka ALT dikenakan Pasal 365 Ayat (2) ke4e KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, sedangkan enam tersangka lainnya akan dikenakan Pasal 365 ayat 2 ke 4e Jo. Pasal 480 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, video yang memperlihatkan aksi tersangka ALT viral di media sosial. ALT tanpa ragu seorang diri dan di depan banyak orang saat lampu merah menikam korbannya berkali-kali lalu melarikan sepeda motor korbannya. Mirisnya, aksi tersebut hanya menjadi tontonan.
Tidak ada satu pun orang yang membantu korban dan menghentikan aksi pelaku merampas sepeda motor CBR warna merah milik AM. Korban yang mengenakan helm putih terjatuh dari sepeda motornya lalu lari ke arah kanan meninggalkan sepeda motornya. Pelaku dengan santai membawa sepeda motor korban. (FR)