Berita

Evakuasi Korban Pesawat ATR di Pangkep Terkendala Cuaca, Tim SAR Pilih Jalur Darat

Advertisement

Tim SAR gabungan menghadapi kendala cuaca ekstrem dalam upaya evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Kabut tebal dan medan yang terjal memaksa tim untuk mengurungkan niat evakuasi melalui jalur udara.

Jalur Udara Terhalang Cuaca

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa rencana awal evakuasi menggunakan helikopter dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar harus dibatalkan. Jarak tempuh yang seharusnya tidak sampai 10 menit menjadi tidak memungkinkan akibat kondisi cuaca buruk.

“Namun karena kondisi cuaca sehingga misi (menggunakan helikopter) tersebut belum bisa kita laksanakan. Saat ini kita berupaya unsur darat mendekat ke sana,” ujar Syafii, dilansir detikSulsel, Senin (19/1/2026).

Medan Sulit dan Jarak Antar-Korban

Titik dugaan jatuhnya pesawat dan penemuan korban berjarak sekitar 500 meter. Namun, medan di lokasi sangat sulit dijangkau karena kontur yang terjal dan jurang.

“Jadi antara body part terjauh di satu dengan body part yang lain dengan yang diduga titik jatuhnya pesawat itu lebih dari 500 meter. Sehingga dari situ dengan keterjalannya, kemiringan yang ada kemudian ke bawah itu yang di atas itu terbuka,” jelas Syafii.

Advertisement

Ia menambahkan, area di bawah lokasi penemuan korban berubah menjadi hutan dengan kedalaman yang ekstrem. “Pada saat ke bawah berubah hutan-hutan dengan kedalaman yang agak ekstrem. Dan itu yang sebenarnya kita hadapi,” tambahnya.

Upaya Evakuasi Korban Pertama

Tim gabungan sempat berupaya mengevakuasi jenazah korban pertama yang ditemukan di tebing sedalam 200 meter. Namun, tali yang digunakan tersangkut di batu saat ditarik, sehingga rencana tersebut dihentikan sementara.

Tim penyelamat kemudian menurunkan kembali jenazah korban dan mendirikan camp di lokasi. Syafii menegaskan bahwa proses evakuasi tidak akan dipaksakan jika membahayakan keselamatan tim penyelamat.

Meskipun helikopter telah diupayakan beroperasi pagi tadi, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan membuat evakuasi dimaksimalkan melalui jalur darat.

Advertisement