Pemain Inter Milan, Federico Dimarco, menunjukkan performa gemilang saat timnya menang telak 5-0 atas Sassuolo dalam laga Serie A pada Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Penampilan impresifnya ini membuatnya disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia, namun Dimarco memilih untuk merendah.
Tiga Assist dan Performa Menawan
Dalam pertandingan tersebut, Dimarco berhasil mencatatkan tiga assist yang berkontribusi besar pada kemenangan Inter Milan. Tak hanya itu, ia juga nyaris mencetak gol melalui sebuah tembakan yang menghantam mistar gawang, serta melakukan penyelamatan krusial dengan sapuan di garis gawang. Performa gemilang ini semakin menajamkan statistiknya di Serie A musim ini.
Hingga kini, Dimarco telah mengumpulkan 13 assist dan tambahan lima gol dalam 22 penampilan bersama Nerazzurri. Catatan ini menjadikannya salah satu pemain kunci bagi Inter Milan.
Pujian dari Rekan Setim
Striker sekaligus kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, tidak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada Dimarco. “Hari ini dia menunjukkan bahwa dia salah satu bek kiri terbaik di dunia. Dia menentukan pertandingan sekarang. Tim memang yang paling penting, tapi level individu juga penting,” ujar Martinez usai laga.
Dimarco kini tercatat sebagai pemain ketiga yang berhasil mencetak dua digit assist di liga-liga top Eropa musim ini. Ia menyusul winger Bayern Munich Michael Olise yang telah mengoleksi 18 assist, dan playmaker Manchester United Bruno Fernandes dengan 12 assist.
Dimarco Tetap Rendah Hati
Menanggapi pujian dari Lautaro Martinez dan sorotan publik, Federico Dimarco menunjukkan sikap rendah hati. “Terkait tembakan yang mengenai mistar itu, aku tidak menendangnya dengan baik,” kata Dimarco kepada DAZN, merujuk pada peluangnya yang membentur tiang gawang.
Ia menambahkan, “Aku enggak merasa aku adalah pemain yang istimewa. Di dalam sepakbola itu, ketika Anda tampil baik, Anda adalah seorang fenomena, tapi ketika Anda main jelek maka Anda tidak berguna. Pada akhirnya, hasil tim adalah yang penting, bukan individu.” Pernyataan ini menegaskan fokus Dimarco pada performa kolektif tim di atas pencapaian personal.
Sumber: 90Menit.ID






