Sepakbola

Gabriel Martinelli Buktikan Mental Baja dengan Hattrick Usai Dihujat Fans Liverpool

Advertisement

Jakarta – Gabriel Martinelli menunjukkan mentalitas baja pasca-insiden kontroversial yang membuatnya dihujat banyak pihak. Penyerang Arsenal itu berhasil bangkit dan mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-1 atas Portsmouth di Fratton Park, Minggu (11/1/2026).

Aksi Kontroversial dan Hujatan di Media Sosial

Martinelli menjadi sorotan tajam setelah aksinya terhadap bek Liverpool, Conor Bradley, dalam laga imbang 0-0 antara Arsenal dan Liverpool di Emirates Stadium, Jumat (9/1/2026) dini hari. Saat Bradley terkapar kesakitan akibat cedera, Martinelli terlihat mendorongnya, menganggap bek Liverpool itu membuang-buang waktu. Padahal, cedera Bradley ternyata cukup serius hingga mengakhiri musimnya.

Insiden tersebut memicu kemarahan publik dan membuat Martinelli diserang habis-habisan di media sosial. Tekanan semakin membesar bagi pemain asal Brasil tersebut.

Bangkit dengan Hattrick, Arteta Puji Karakter Martinelli

Namun, Martinelli membuktikan ketangguhannya. Setelah meminta maaf kepada Bradley, ia kembali menunjukkan performa gemilang di lapangan. Tiga hari berselang, Martinelli sukses mencetak tiga gol ke gawang Portsmouth, membawa Arsenal meraih kemenangan meyakinkan.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memuji karakter kuat yang ditunjukkan Martinelli. “Itulah sebabnya untuk bermain buat klub besar, Anda butuh karakter kuat karena situasi bisa berjalan buruk. Mungkin sebuah hal yang terlewat, bisa jadi sesuatu yang membuat laga lepas,” ujar Arteta seperti dikutip BBC.

Advertisement

Arteta menambahkan, “Dan tiga hari kemudian, ada sebuah pertandingan. Jadi Anda perlu mengangkat diri Anda dan memaksimalkannya. Saya menyukainya. Gabi, Anda masukkan dia ke konteks apapun, dia main, tidak main, dia main baik, tidak baik.”

“Hari ini dia bikin tiga gol. Besok dia akan berlatih dengan kecepatan 100 mil per jam, pasti. Dia tak akan berubah. Dan itulah Gabi,” puji Arteta.

Hat-trick Martinelli tidak hanya menyelamatkan citranya dari kritik, tetapi juga menunjukkan bahwa ia mampu bangkit dari tekanan dan memberikan kontribusi signifikan bagi timnya.

Advertisement