Berita

Hakim Arief Hidayat Canda Anwar Usman: “Orang Tua Tak Berguna Lagi di MK”

Advertisement

Jakarta – Momen menarik mewarnai acara wisuda purnabakti Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat. Saat memberikan pidato, Arief melontarkan candaan kepada sesama hakim konstitusi, Anwar Usman.

Acara yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/2/2026) ini dihadiri delapan hakim MK. Mereka adalah Hakim Suhartoyo, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic Pancastaki, Guntur Hamzah, Ridwan Mansyur, Arsul Sani, dan Anwar Usman.

Arief Hidayat menyapa ketujuh hakim MK lainnya di awal pidatonya. Anwar Usman disebut terakhir karena akan sama-sama memasuki masa pensiun. “Dan yang terakhir, sahabat saya yang paling lama, saya sebut terakhir soalnya, ini orang-orang tua yang sudah tidak berguna lagi di Mahkamah untuk segera memasuki usia pensiun, Yang Mulia Bapak Profesor Dr Anwar Usman beserta Ibu kalau ada yang sangat saya hormati,” ujar Arief Hidayat.

Arief mengungkapkan bahwa ia dan Anwar Usman telah bersahabat lama. Ia mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi hakim MK. Namun, ajakan dari Anwar Usman dan mantan hakim MK Harjono membuatnya bersedia dicalonkan sebagai Wakil Ketua MK.

Advertisement

“Kenapa Prof Anwar saya sebut terakhir? Karena ini teman lama jadi saya paling lama beserta beliau. Dan saya teringat pada awal menjadi hakim konstitusi, itu saya tidak bercita-cita untuk jadi pimpinan di sini, tapi waktu itu Prof Anwar dan Prof Harjono yang datang ke ruang saya, agar supaya mau dicalonkan untuk menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi,” tuturnya.

Arief akhirnya menerima ajakan tersebut. Ia menganggap posisinya sebagai pimpinan di MK adalah sebuah amanah. “Berkali-kali beliau datang, akhirnya saya iyakan karena ini amanah dari Pak Harjono, itu guru saya waktu S2 di Unair. Kemudian juga dari ustad dari Bima yang mendorong, akhirnya saya bersedia untuk jadi pimpinan di Mahkamah Konstitusi,” imbuhnya.

Advertisement