Jakarta – Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang melibatkan aktor dan presenter Anrez Adelio memasuki babak baru. Friceilda Prillea, yang akrab disapa Icel, selaku pelapor, kembali mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026) untuk memberikan keterangan tambahan kepada tim penyidik. Didampingi kuasa hukumnya, Santo Nababan, Icel menunjukkan ketegaran meski tengah hamil besar.
Pemeriksaan yang berlangsung cukup lama ini bertujuan untuk memperkuat bukti-bukti yang telah diserahkan. Santo Nababan menjelaskan bahwa kliennya dicecar puluhan pertanyaan terkait kronologi kejadian. “Oh iya, cukup lama memang, ya sekitar ya kurang lebih 20 pertanyaanlah. Ya macam-macam, semuanya ini kan prosesnya, tentunya kan sama bukti-buktinya, semua ditanyakan,” ujar Santo Nababan di Polda Metro Jaya.
Di tengah proses hukum ini, muncul spekulasi mengenai kemungkinan perdamaian antara Anrez Adelio dan Icel, termasuk tawaran pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab, mengingat usia kandungan Icel yang memasuki minggu-minggu terakhir. Namun, Icel menegaskan bahwa ia tidak lagi memprioritaskan janji-janji pernikahan tersebut.
“Kalau buat saat ini sih aku masih menghargai proses hukum yang lagi berjalan ya. Kalau untuk perdamaian atau untuk pertanggungjawaban untuk menikahi itu bukan prioritas aku buat sekarang,” tegas Icel. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah mendapatkan keadilan hukum bagi dirinya dan calon buah hatinya.
Icel menyatakan bahwa efek jera bagi pelaku jauh lebih penting daripada sekadar janji-janji tanggung jawab yang tidak kunjung terealisasi. “Untuk mendapatkan keadilanlah pastinya. Aku berjuang di sini sekarang buat anak yang aku kandung ini,” tegasnya.
Perjuangan Icel memang tidak mudah. Ia mengaku telah putus komunikasi total dengan Anrez Adelio sejak usia kandungannya memasuki bulan ketiga. “Putus komunikasi kan sudah dari aku hamil tiga bulan sampai sekarang. Berat banget pastinya. Enam bulan ini berjuang sendiri, apa-apa sendiri tanpa ada yang bersangkutan di sebelah,” tuturnya.
Kini, Icel berserah pada proses hukum yang berjalan. Ia bahkan telah menyiapkan koper persalinan di dalam mobilnya, mengantisipasi kemungkinan melahirkan kapan saja di tengah proses hukum yang sedang berlangsung. “Minta doanya saja dari teman-teman semua mudah-mudahan dilancarin persalinannya juga lancar semuanya lancar, amin, proses hukumnya juga lancar ya,” pungkasnya.






