October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Jawa Tengah Geger, Anak Gorok Leher Ibu Kandungnya

JAWA TENGAH || Indocybernews.com – Pembunuhan sadis terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Seorang anak tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri dengan parang di rumah kontrakannya, Rabu (8/9/2021). 

Kasus pembunuhan sadis anak terhadap ibu kandungnya itu sontak menggemparkan warga Kelurahan Martasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Korban tewas mengenaskan dengan luka bakar senjata tajam di bagian leher.

dekat korban bernama Wasitoh (43) warga RT 04 RW 06 Mertasinga. Sementara, pelakunya adalah anaknya sendiri yang berinisial RS (23).

“Kejadian pembunuhan di Jalan Kelinci Timur, korban seorang wanita (ibu dari pelaku) dan dibunuh oleh anaknya,” ucap Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Rifeld Constantien Baba.

Saksi mata mengungkapkan kejadian tersebut bermula saat korban dan pelaku terlibat cekcok. Ketika warga hendak melerai, pelaku tiba-tiba menuju dapur dan mengambil golok/parang.

Dengan cepat, pelaku langsung menggorok lehernya sendiri hingga korban tumbang dalam kondisi bersimbah darah di rumah kontrakan yang mereka huni, pelaku kemudian langsung berinteraksi dengan warga sekitar. Polisi membantu anggota TNI juga turut membantu pelaku.

Warga setempat mengatakan pelaku sifat orangnya pendiam. Selama ini tinggal bersama ibu dan dua adiknya, sementara ayahnya merantau ke luar kota. Biasanya, pelaku membantu ibunya menjual bubur di sekitar pasar Palem Gading.

Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menyebut motif melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya karena sakit hati sering dimarahi ibunya.

“Untuk hasil pemeriksaan awal, meluapkan emosi terhadap ibunya karena jarang diajak ngobrol dan sering diomelin,” ujar Leganek saat konferensi pers di Mapolres Cilacap, Kamis (9/9/2021). 

Dalam proses pemeriksaan, kata Leganek, tersangka mengaku setiap hari sudah membantu ibunya menjual bubur. Akan tetapi, pelaku merasa tidak meluapkan emosinya.

“Walaupun sudah membantunya menjual bubur, namun menduga tidak dianggap. Jadi emosi yang menumpuk sehingga terjadi pembunuhan,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan. Adapun ancaman hukumannya berupa penjara paling lama 15 tahun.