October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Jual Obat Diatas HET, Ditreskrimum Polda Banten Tangkap Pemilik Apotek

TANGERANG || Indocybernews.com –  Tingginya angka penyebaran Covid-19, membuat masyarakat panik dan akhirnya membuat peredaran obat untuk Covid-19 menjadi langka.

 

Hal itu membuat Ditreskrimum Polda Banten melakukan sidak ke apotik-apotik yang terlupakan menjual obat diatas harga eceran tertinggi dan tanpa resep dokter.

 

Kapolda Banten Irjen Pol dr Rudy Heriyanto melalui Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Ade Rahmat Idnal membenarkan hal tersebut.

 

“Ya, berdasarkan laporan dari masyarakat tadi personel Ditreskrimum Polda Banten dan Satreskrim Polres melakukan pengecekan ke beberapa apotek,” kata Ade Rahmat awak media, Minggu (11/7/2021).

 

Ade Rahmat juga mengatakan bahwa toko toko pemilik apotek yang berada di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

 

“Dia ditangkap karena menjual obat Oseltavimir dari awal Rp 260.000 menjadi Rp 700.000 dan tanpa resep dokter. Pelaku mencoba mencari keuntungan di tengah pandemi corona,” terang Ade Rahmat.

 

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan, ditangkap dari toko apoteknya di Perumahan Citra Raya, Tangerang. Dari situ polisi juga jumlah barang bukti.

 

“Selanjutnya anggota melakukan penggeledahan terhadap Apotek tersebut dan ketersediaan obat dan hasil penjualan obat tersebut menjadi barang bukti,” ujar Edy Sumardi.

 

Lanjut Edy Sumardi, “Tersangka yang dikenakan Pasal 107 Jo Pasal 62 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang PERDAGANGAN dan Pasal 62 Jo Pasal 10 Huruf (a) UU Nomor 8 Tahun 1999 dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000.000”.

 

Atas perbuatannya, tersangka saat ini dilimpahkan ke Polresta Tangerang dan tersangka di bantarkan penahanannya karena hasil tes PCR dinyatakan positif Covid-19 dan saat ini di isolasi di RS. Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Seperti diketahui, Oseltamivir menjadi salah satu obat untuk terapi corona. Selain itu, juga terdapat Favipiravir ada dan Remdesivir yang menjadi alternatif terapi.