January 20, 2022

Menyajikan Berita Teraktual

Keluarga Syamsul Bahri Trauma, Kanit Reskrim Polsek Labuhan Ruku : Kami Hanya Duduk Dibelakang Rumah

BATUBARA || Indocybernews.com – Rumah Syamsul Bahri (38), warga jalan Masjid Dusun 1, Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara didatangi belasan oknum diduga polisi berpakaian preman, Senin (27/12/2021) Sekira Pukul 20:30 Wib.

Menurut Syamsul Bahri yang kesehariannya sebagai nelayan menceritakan kepada wartawan bahwa malam itu, Senin (27/12), sekira Jam 20.30 Wib, rumah yang ditempati istri dan 3 anaknya yang masih kecil – kecil, serta orang tua yang telah renta, didatangi sekitar 15 orang oknum Polisi dari Polres Batubara dengan mengendarai 3 unit mobil untuk mencari dirinya.

“Kebetulan saat itu saya tidak ada ditempat dan saya hanya mendapat kabar aja, saat itu keluarga saya mengalami ketakutan akan kedatangan oknum polisi itu yang tanpa memberitahukan apa persoalannya dengan keluarga saya, serta tanpa disertai surat resmi dari kepolisian,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (28/12/2021).

Tak sampai dimalam itu saja, paginya (28/12), kembali lagi belasan oknum polisi mendatangi rumahnya, sehingga keluarga yang berada di rumah menjadi ketakutan akan kedatangan oknum yang berwajah asing, dan warga sekitar yang mengetahui atas kedatangan pihak oknum polisi itu, membuat pihak keluarga merasa malu akan hal itu dan diduga mengganggu psikis anak – anak Syamsul serta kesehatan orangtuanya yang telah renta.

“Sampai saat ini saya sendiri bingung, apa masalah saya, tapi setelah saya diantar kuasa hukum saya, makanya saya kembali pulang ke rumah, saat ini orang tua semakin menurun kesehatannya, sedangkan anak – anak terganggu psikisnya, apalagi merasa malu akan hal itu dengan warga sekitar,” jelasnya.

Kemudian, M.Sai Rangkuti, SH, MH, selaku kuasa hukum Syamsul Bahri, mengatakan bahwa datangnya oknum Kepolisian di rumah Kliennya, Senin (27/12) sekira pukul 20.30 WIB dan Selasa pagi (28/12), di rumah Syamsul yang biasa disebut Pajak Kerang, Desa Suka Jaya, tanpa didukung oleh Surat apapun atau tanda pengenal dari Kepolisian.

“Sehingga Klien kami dan Keluarganya merasa resah dan ketakutan, apalagi melakukan tindakan – tindakan yang tidak sepatutnya,” kata M Sai Rangkuti, SH, MH, didampingi Rizky Fatimantara Pulungan, SH dan Yulia Anisa Nasution, SH.

Pihak keluarga juga menceritakan kepada pengacaranya bahwa oknum polisi yang masuk kerumahnya tanpa membawa surat tugas dan menunjukan kartu identitas kepolisian menanyakan keberadaan Syamsul.

Tidak hanya itu, kondisi rumah Syamsul Bahri juga terlihat di foto oleh oknum polisi yang masuk kedalam rumahnya, pengambilan foto rumah tersebut tanpa permisi dari pemilik rumah, dalam hal ini keluarga Syamsul Bahri.

Lanjut M.Sai Rangkuti, berkaitan dengan tindakan oknum polisi tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan hal ini kepada Kapolda Sumatera Utara dan termasuk ke Propam Polda Sumatera Utara.

“Pada prinsipnya klien kami, yang telah kami berikan pandangan hukum, bersedia untuk kooperatif dan bersedia untuk diperiksa oleh Kepolisian Republik Indonesia, akan tetapi dengan cara-cara yang benar dan SOP, sebagaimana Perkap dan KUHAP mengaturnya, “terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Labuhan Ruku, Iptu Sipayung, ketika dikonfirmasi melalui seluler, (28/12), membenarkan benar bahwa yang datang itu dari pihak Kepolisian.

“Tapi mengenai bahwa kami seakan mengganggu psikis pihak keluarga tersebut karena kedatangan kami, hal itu tidak benar, sebab kami yang datang dari pihak Poldasu, Polres Batubara yang lagi melakukan penyelidikan mengenai yang viral mengenai kapal yang tenggelam di Malaysia dan pihak saya sebagai pendamping saja, karena di wilayah hukum saya, kami hanya duduk dibelakang rumah, sebab dibelakang rumah itu tangkahan kapal dan ada tempat duduknya,”dalihnya.

Kasat Reskrim Polres Batubara, Kompol Ferry Kusnadi, (28/12), seakan enggan berkomentar.

“Tanyakan aja ke Humas atau Kapolres Batubara bang,”katanya.

Terpisah, Kapolres Batu Bara AKBP. H. Ikhwan Lubis, S.H., MH ketika dikonfirmasi, (28/12, belum memberikan penjelasan yang resmi terkait kedatangan personilnya ke rumah tersebut.