October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Kesedihan Menyelimuti Keluarga Serda Lis Hendro Purwoto di Mabar

Ririn Purwanti

Ririn Purwanti, kakak kandung Serda Lis Hendro Purwoto

MABAR | Indocybernews.com – Kesedihan menyelimuti keluarga Serda Lis Hendro Purwoto (37) salah satu kru KRI Nanggala 402 yang gugur akibat tenggelam di perairan Bali bagian Utara. Senin, (26/4/2021).

Joko Purnomo (40) abang kandung dari Serda Lis Hendro Purwoto yang tinggal di Jalan Manggaan, lorong Rahayu, Gg Rahayu 4, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Tak bisa menahan kesedihannya setelah mendapatkan kabar adiknya telah meninggal dunia atas peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 pada Rabu,(21/4/2021) kemarin.

Dirinya menceritakan, adiknya tersebut anak bungsu dari 7 bersaudara pasangan Almarhum Kuntodi dan Almarhumah Habibah, Serda Hendro Purwoto sejak 2004 menempuh pendidikan Tantama TNI di Surabaya.

“Saya dapat kabar dari televisi, karena sebelum kejadian kami sempat video call melalui whatsapp, tapi kami saling tanya kabar dan tidak ada firasat buruk tentang ini,” ungkapnya sambil memegang baju kaos pemberian Serda Lis Hendro Purwoto

Namun saat video call, Serda Lis Hendro Purwoto ada keinginan untuk membawa istrinya Imroh (35) dan anaknya Nabila (7) untuk pulang ke Medan.

“Semenjak nikah mereka belum pernah pulang ke Medan karena tugas yang banyak, makanya waktu video call, Hendro mau bawa istri dan anaknya pulang ke Medan,” katanya

Tidak hanya Joko Purnomo, Ririn Purwanti (40) kakak nomor 3 juga merasakan sedih yang mendalam atas kepergian adiknya gugur dalam latihan perang di KRI Nanggala 402.

“Kami di sini kaget dengar kapal selam tenggelam, saya sangat sedih, karena udah berapa tahun tidak jumpa dengan adik saya itu, kami hanya kontekan melalui telpon saja, tapi 2 hari yang lalu saya mimpi berjalan keliling-keliling sama seseorang dan mimpi dirumah orangtua kami ini masak-masak, saya tidak tau kalau itu firasat buruk,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Untuk itu keluarga melakukan sholat gaib dan takjiah untuk mengirim do’a, agar para awak kapal cepat ditemukan, dan jenazahnya dapat dikebumikan. (ebi)