October 16, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Ketua Komisi A DPRD Sumut Tersenyum Seleksi KPID Tidak Seperti Seleksi Komisi Informasi

SUMUT || Indocybernews.com – Seleksi calon komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara sedang berjalan dimana peserta melewati tahapan kedua yaitu ujian tes potensi yang menghasilkan 33 nama yang dinyatakan lulus untuk masuk ke tahap selanjutnya.

Pada saat yang hampir bersamaan, saat ini seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara juga akan segera berlangsung dimana jadwal diumumkan mulai tanggal 6 Agustus 2021 mendatang.

sekeliling proses yang menjadi siapa calon terpilih dalam dua komisi ini berada di Komisi A DPRD Sumatera Utara. Namun, Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara Hendro Susanto sudah menyatakan bahwa ia sangat berharap seleksi untuk calon KPID Sumut tidak berlangsung seperti seleksi di KI Provinsi Sumut.

Hal ini disampaikannya setelah menerima beberapa keluhan dari peserta terkait pelaksanaan ujian yang dilakukan menggunakan aplikasi zoom.

“Kita akan mengawal seluruh proses seleksi KPID agar tidak ada masalah,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Hendro mengaku menerima keluhan atas pelaksanaan ujian KI Sumatera Utara yang dilakukan secara berani. Dimana peserta mengikutinya menggunakan aplikasi zoom. Dalam ujian tersebut, peserta harus menjawab soal menggunakan microsoft word. Sedangkan soal ditampilkan oleh panitia lewat aplikasi share screen. Keluhan muncul karena panitia tidak membahas soal utuh, melainkan hanya jumlah per nomor dan peserta tidak diizinkan untuk melihat kembali soal yang sudah terlewati sesi tersebut merupakan sesi untuk menjawab soal pilihan berganda. Seharusnya peserta berhak memperoleh pengetahuan secara utuh, sehingga strategi untuk mengerjakan soal yang dianggap “lebih mudah” dapat dilakukan lebih dahulu dibandingkan soal yang lebih sulit.

Keluhan lain yang disampaikan oleh peserta menurut Hendro yaitu pelaksanaan ujian dari sisi pengawasan. Karena praktik ‘joki’ sangat mungkin terjadi mengingat pengawasan dipastikan tidak maksimal.

Selanjutnya, keluhan juga berupa adanya indikasi pemaksaan pertanyaan yang dilakukan sesuai dengan alasan waktu berlangsungnya kebijakan PPKM Darurat di Kota Medan. Dimana menurut peserta hal ini seharusnya dapat diatasi dengan membagi peserta yang total mengunjungi 63 orang pada beberapa ruangan dengan memperhatikan jarak. Hal ini dinilai efektif pada awalnya waktu seleksi sempat mengumumkan pelaksanaan ujian muka dengan syarat-syarat peserta wajib menunjukkan hasil tes swab PCR untuk memastikan tidak terjadi penyebaran covid-19 di lokasi ujian.

Keluhan atas pelaksanaan seleksi KI Sumut tersebut menurut Hendro menjadi masukan bagi Komisi A DPRD Sumut untuk memastikan tidak terjadi pada seleksi KPID Sumut.

“Sesuai informasi yang kami peroleh dari timsel KI Sumut, ujiannya memang menyesuaikan kebijakan pusat, diarahkan kepada berani. Namun untuk proses calon KPID tiga tahun ke depan ini, kami sudah memanggil timsel hari Selasa kemarin, kami sudah memastikan tahapan-tahapan itu sesuai dengan kaidah dan mekanisme KPI No.1/2015. Kami cek pasal per pasalnya sudah oke,” ujarnya.

Hal kedua kata Hendro, Komisi A juga telah melihat persiapan umum dan persiapan khusus sesuai Peraturan KPI yang dimaksud.

“Kita berharap dan berdoa semoga PPKM ini tidak diperpanjang lagi. Sehingga proses seleksi ini bisa langsung, tidak berani lagi. Kami terus memantau proses ini,” pungkasnya. (red).