October 26, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

KPAI : Prostitusi Anak di Kota Tangerang Perlu Penanganan Serius

Kota Tangerang, Intipos.com – Ai Maryati Solihah, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Trafficking dan Eksploitasi, Menyampaikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang harus melakukan evaluasi. Sehingga programnya dapat terlihat efektif. Minggu (21/3/2021).

“Mungkin program yang dipunyai tidak tepat sasaran atau adaptasi terhadap situasi kebaruan ini yang delay. Sehingga edukasi ini mengumpulkan orang gak mungkin, jadi tidak terselenggara,” paparnya.

Ia menjelaskan, kasus yang melibatkan sekitar 15 anak di bawah umur tersebut harus dibongkar hingga mendalam. Sebab, kasus itu bukan sekedar individu membeli sex tapi telah melibatkan penyedia hotel.

“Pasti pola-polanya sudah kok yang dicari anak di bawah umur, pasti ada supply and demand, ada juga kelompok yang memang sengaja mencari, mengumpulkan (PSK di bawah umur),” katanya.

Selain melakukan pendampingan kepada para korban, KPAI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, terkait maraknya hotel dengan layanan berbasis aplikasi sebagai lokasi prostitusi. Sebab, layanan hotel online itu seringkali dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi anak-anak.

“Ini tantangan kita, kita akan segera koordinasi karena memang ada indikasi penyediannya di hotel itu,” tukasnya.

Sebanyak 15 PSK yang terdiri dari usia 14, 15 dan 16 tahun tersebut telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (P2TP2A) dan Penitipan Handayani. Dengan begitu, para korban mendapatkan bantuan secara psikologi dan pemulihan trauma (trauma healing).

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Irna Rudiana menyatakan, pihaknya hanya melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang berasal dari Kota Tangerang. Sebanyak empat PSK di bawah umur diketahui menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Kami memang hanya mendampingi korban yang berasal dari kota Tangerang empat anak. Saat ini di Handayani,” katanya.

Irna menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban. Selain itu, orang tua korban juga akan diedukasi agar anak-anak mereka tidak kembali terjerumus prostitusi.

“Agenda berikutnya konseling dengan psikolog kami. Dan kami mengedukasi orang tuanya juga,” ujarnya.

Irna juga mengungkapkan, saat ini pihaknya rutin melakukan parenting atau edukasi serta pembinaan kepada orang tua. Namun, selama pandemi Covid-19, kegiatan itu hanya dapat dilakukan secara daring.

“Sebetulnya kita kan saat ini kondisinya di kita sedang nggak normal yah. Jadi sebetulnya kita selalu mengupayakan parenting sering kita lakukan, cuma kita hanya bisa sebatas online selama ini,” pungkasnya. (Bt/Siberindo.co)

Baca juga : Lebay Murahnya, Dapatkan Diskon hingga 90% dan Potongan Voucher di Shopee Murah Lebay!

Baca juga : https://indocybernews.com/kenal-di-instagram-aks-setubuhi-gadis-hingga-hamil/