January 20, 2022

Menyajikan Berita Teraktual

Kusuk Lulur di Jalan Menteng VII Menjamur, Diduga Jadi Tempat Prositusi

MEDAN || Indocybernews.com – Diduga praktek prostitusi berkedok tempat usaha kusuk dan lulur beraktivitas bebas di Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai.

Pantauan wartawan saat di lokasi, senin (6/12/2021) siang, jasa pijat plus-plus sangat mudah didapati. Hampir di sepanjang Jalan Menteng VII. Salah satu lokasi pijat plus-plus yang cukup favorit bernama Kusuk Lulur Keluarga Dewi – Dewi. Bangunannya sekilas hanya berupa rumah biasa, namun di dalamnya telah mengalami modifikasi dengan sekat-sekat kamar kecil untuk tempat praktik.

Terdapat plang besar di sisi gerbang masuk bertuliskan “Kusuk dan Lulur”, gerbang halamannya sengaja tak dibuka lebar, setiap tamu yang datang, langsung disambut sapaan menggoda dari kasir wanita.

Kusuk lulur itu terungkap bahwa untuk sekali transaksi pijat dan urut biasa harga normalnya adalah Rp 100 ribu. Namun bagi pelayanan seks, maka tarifnya meningkat drastis menjadi Rp 350 ribu sampai Rp 500 ribu sekali kencan dengan pelayanan full servis.

Saat dikonfirmasi dengan pemiliknya Dewi dan menanyakan kebenaran pekerja yang diduga yang masih berusia belasan tahun dirinya marah.

“Ada urusan apa nanya seperti itu,” ucapnya singkat saat di lokasi.

Wajah-wajah para terapis memang terlihat masih berusia sangat muda, sebagian besar mereka berkumpul di bagian dalam rumah.

Warga sekitar sebenarnya cukup resah dengan praktik pijat plus-plus tersebut. Namun mereka tak bisa berbuat banyak, lantaran keberadaan pijat yang disebut sudah beroperasi bertahun-tahun itu diduga dibekingi oknum tertentu.

“Kalau kita warga sudah lama protes, karena ini kan tempatnya juga dekat masjid, apalagi posisinya di pinggir jalan, vulgar banget. Mungkin ada bekingnya, jadi tetap operasi aja. Masih muda-muda banget keliatan dari wajahnya,” ucap warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Warga sejak awal curiga dengan banyaknya perempuan muda yang berkumpul keluar-masuk pijat “Dewi-Dewi”. Dugaan itu diperkuat, dengan ungkapan-ungkapan para pelanggan hidung belang yang datang.

Keresahan yang sama disampaikan warga lainnya. Mereka berharap, agar lokasi kusuk segera ditutup lantaran mengumbar praktik asusila berkedok pijat kesehatan. Meski begitu, warga tak mau menempuh jalur “main hakim” sendiri dan mendesak aparat terkait turun ke lapangan guna menertibkannya.

Warga berharap kepada pihak kepolisian untuk diselidiki dengan adanya prositusi yang berada di Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu A Philip Purba saat di konfirmasi wartawan melalui via Whatsapp mengatakan akan melakukan pengecekan mengenai informasi tersebut.

“Akan kita lakukan pengecekan” pungkasnya, senin (6/12/2021) malam.