Sepakbola

Mario Balotelli Alami Serangan Rasisme di UEA, Minta Tindakan Nyata

Advertisement

Mario Balotelli, striker yang baru bergabung dengan klub UEA, Al Ittifaq, pada Januari 2026, dilaporkan mengalami serangan rasisme dari suporter klub lawan. Insiden ini terjadi setelah pertandingan melawan Dubai City.

Balotelli Ungkap Pengalaman Rasisme

Dilansir dari Tribuna, Balotelli mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang diterimanya. Ia mengaku diejek dengan perkataan dan tindakan rasis oleh suporter lawan. “Selama laga, saya diserang beberapa kali. Mereka menirukan suara monyet dan berteriak ‘makan pisang’,” ujar Balotelli menceritakan pengalamannya.

Pengalaman ini terasa mengejutkan bagi Balotelli, yang sebelumnya pernah mengalami hal serupa. “Saya sudah pernah mengalaminya, tapi tidak menyangka akan terjadi di sini. Semoga ada aksi nyata atas hal tersebut,” ungkapnya, menyiratkan harapan agar ada tindakan tegas terhadap pelaku rasisme.

Advertisement

Seruan Anti-Rasisme di Sepak Bola

Pemain berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di dunia sepak bola. “Tidak ada tempat bagi rasisme di sepak bola. Itu tidak bisa dibenarkan,” tegasnya. Balotelli menyatakan bahwa suaranya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk semua pemain yang pernah mengalami perlakuan serupa.

“Saya bersuara bukan untuk diri saya sendiri tetapi untuk setiap pemain yang mengalaminya. Sudah cukup,” tutupnya, menggarisbawahi pentingnya menghentikan segala bentuk diskriminasi dalam olahraga.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement