October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Mata Bocah Perempuan Usia 6 Tahun di Congkel Keluarganya

SULSEL || Indocybernews.com – AP (6) dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf, Sungguminasa, Gowa, Sulsel, oleh pamannya, Bayu (34). Itu setelah mata kanan gadis itu dicungkil ibu kandungnya H. Sementara ayah kandungnya, T dan kakek korban, B, berperan memegang tangan dan kaki korban. Ada satu paman korban berinisial S yang memegang kepala korban.

Laporan yang diterima aparat kepolisian, para pelaku berhalusinasi saat melakukan pemeriksaan di rumah pelaku di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel. Mereka mengaku bisikan gaib untuk mendapat pekerjaan itu.

Kini, lima pelaku sudah menguasai Satreskrim Polres Gowa. Saat kejadian, Bayu memergoki mereka. Dia lalu meminta bantuan petugas Babinkantibmas Malino untuk mengakhiri pelaku.

Kejadiannya Rabu, 1 September 2021. Saat itu, Bayu baru saja pulang dari pemakaman Dandy, putra pelaku T yang baru saja meninggal. Sementara duduk di depan rumah korban.

Tiba-tiba, mereka mendengar teriakan anak kecil yang menangis. Bayu lalu masuk. Ternyata dia mendapati mata korban sedang dicungkil oleh ibunya dan bapak, kakek dan neneknya memegang tangan dan kaki korban.

Bayu langsung mengambil anak tersebut untuk dievakuasi. Nenek korban berinisial M, menghalang-halangi saat korban hendak dibawa. Menurut Bayu, korban diduga menjadi korban pesugihan oleh ibu, bapak, serta kakek dan neneknya.

Sebab, ibu korban mengaku mendengar bisikan gaib, ditambah dengan kerapnya dilakukan ritual aneh pada malam tertentu di rumah korban.

“Di rumah itu memang mereka sering gelar ritual aneh seperti pesugihan dan mereka kerap berhalusinasi,” ungkap Bayu.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman mengatakan, begitu menerima laporan, pihaknya langsung ke lokasi dan mengamankan lima orang terdiri dari kedua orangtua, paman serta kakek dan nenek korban. Dua di antara pelaku, kini dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan mental.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan rumah sakit,” ujar AKP Boby, kemarin.

Menurut AKP Boby, berdasarkan hasil interogasi dari para tersangka, motifnya ini adalah halusinasi. Pengakuan tersangka kata AKP Boby, kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakukan kekerasan kepada korban.