Berita

Motif Pembunuhan Eks Sekjen Pordasi DKI di Gumuk Pasir Terungkap: Utang Bisnis Rp 1,2 Miliar

Advertisement

Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Provinsi Pordasi DKI Jakarta, Herlan Matrusdi (68). Mayat korban ditemukan di kawasan gumuk pasir, Bantul, Yogyakarta. Kedua tersangka, RM (42) dan FM (61), mengaku kecewa karena bisnis travel haji dan umrah yang dijanjikan oleh korban tidak kunjung terlaksana.

Kekecewaan Berujung Kekerasan

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menjelaskan bahwa motif utama pembunuhan ini adalah kekecewaan para pelaku terhadap korban terkait gagalnya realisasi bisnis travel umrah. Tersangka RM, khususnya, merasa dirugikan karena telah menyetorkan uang senilai Rp 1,2 miliar kepada korban sebagai modal bisnis tersebut.

“Jadi motifnya terkait adanya kekecewaan dari pelaku yaitu RM dan FM terhadap korban HM karena usaha umrah atau travel haji yang dijanjikan tidak kunjung dilaksanakan,” ujar Bayu kepada wartawan di Mapolres Bantul, dilansir detikJogja, Minggu (1/2/2026).

Uang sebesar Rp 1,2 miliar tersebut rencananya akan digunakan untuk modal bisnis travel haji dan umrah. Namun, hingga batas waktu yang disepakati, bisnis tersebut tidak kunjung terwujud, menimbulkan kekecewaan mendalam pada tersangka RM.

Advertisement

Penyelesaian Masalah di Yogyakarta

Menurut Bayu, kekecewaan tersebut berujung pada emosi yang memicu tindakan kekerasan. Tersangka RM kemudian melakukan pemukulan berulang kali terhadap korban, baik di bagian dada maupun menggunakan kaki. Setelah korban dalam kondisi sekarat, para pelaku kemudian membuang jasadnya di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul.

“Jadi memang ini terkait masalah utang-piutang. Jadi utang-piutang senilai Rp1,2 miliar di mana ini akan dilakukan untuk bisnis travel, umroh, tetapi dari korban tidak bisa menjalankan sesuai dengan kesepakatan,” jelasnya.

“Jadi memang ini bentuk kekecewaan dari pelaku sehingga pelaku membuang korban di Gumuk Pasir dan ini sudah dilakukan pemukulan secara berulang-ulang. Baik di dada maupun menggunakan kaki,” tambahnya.

Advertisement