October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Penambang Pasir di Lereng Merapi Tewas Tertimbun Longsor

Penambang Pasir di Lereng Merapi Tewas Tertimbun Longsor

Penambang Pasir di Lereng Merapi Tewas Tertimbun Longsor

Magelang, Indocybernews.com – Tiga orang penambang pasir manual di lereng Gunung Merapi ditemukan tewas tertimbun longsoran tebing penambangan galian C di Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sabtu (17/4/2021)

Ketiga penambang pasir lereng gunung merapi yang tewas yakni, Sardi (46) warga Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Sujarwo (55) warga Semen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Dan Sugeng (45) warga Pandanretno, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang melalui Kapolsek Srumbung AKP Sumino saat di lokasi kejadian mengatakan bahwa, kejadian itu menimpa lima orang yang sedang menambang pasir dan batu secara manual di tebing galian C dengan ketinggian sekitar 75m, lebar 10 meter dan ketebalan sekitar 10 meter.

“Kami menerima laporan dan langsung mendatangi TKP tebing yang longsor di area penambangan pasir galian C. Saat proses evakuasi pada pukul 14.00 WIB ditemukan satu orang korban meninggal dan pada pukul 16.30 WIB kembali ditemukan  dua orang korban meninggal. Jenasah ketiga korban oleh petugas dan relawan dibawa ke RSUD Muntilan,” jelas Kapolsek Srumbung.

Dikatakan, selain mengakibatkan tiga orang meninggal, dua penambang pasir lainnya mengalami luka-luka yaitu Suroto (45) warga Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Dan Yumari (54) warga Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Salah seorang saksi mata yang melihat kejadian itu Yaswato (49) warga desa Kaliurang Kecamatan Srumbung mengungkapkan, dirinya bersama rekan-rekannya berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB. Sesampainya di lokasi Yaswato melihat kelima korban sudah bekerja. Selanjutnya ia bekerja disebelah utara TKP,  sewaktu sedang melakukan penambangan secara tiba-tiba terdengar suara gemuruh tebing longsor dan menimpa lima orang penambang.

“Saya langsung mendekat ke lokasi dan melihat Yumari dan Suroto mengalami luka berat. Selanjutnya kami bersama personel Polsek Srumbung dan Koramil Srumbung, serta para relawan melakukan proses evakuasi terhadapnya korban yang lain,” terangnya.

Kapolsek Srumbung AKP Sumino megharapkan kejadian ini dapat menggugah kesadaran para penambang pasir manual agar selalu memperhatikan keselamatan dalam bekerja di area tambang, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Ini suatu musibah yang sangat menyedihkan. Saya harapkan menggugah kesadaran para penambang manual untuk lebih berhati-hati dan waspada sehingga kecelakaan kerja seperti ini, tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (KYD)