October 19, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Pengalaman Hidup Di Penjara, Part I

SUMUT || Indocybernews.com – Perkenalkan nama aku, Fery Syahputra atau biasa di sapa dengan sebutan Fery Kiteng.

 

Disini saya hanya ingin menceritakan bagaimana sakitnya hidup dalam penjara, semoga para pembaca sekalian bisa mengambil pelajaran dari kisah yang akan saya ceritakan dan tidak pernah melanggar peraturan yang ada.

 

Tahun 2020 Seperti biasa, setiap hari aku disibukan oleh kegiatan aku yang merupakan seorang kuli tinta, seiring berjalannya waktu membuat diri ini terlena oleh pundi-pundi rupiah yang terlalu mudah aku dapatkan. 

 

Tidak hanya itu saja, hampir setiap hari diri ini bergelut dengan dunia tersebut membuat diri ini hilang kesadaran yang membuat saya menciptakan isi hati di Media sosial (Live facebook) dengan kata-kata yang tidak sepantasnya ditampilkan sehingga hal itu membuat saya menjadi pihak kepolisian dan kepolisian. mengantarkan aku ke dalam jeruji besi selama 10 Bulan karena pelanggaran UU ITE.

 

 

Nah.. Disini cerita penjaranya kita mulai.

 

Pada bulan 7 Juli akhir, diri ku berhasil diringkus oleh pihak Kepolisian di kawasan Labuhanbatu – Sumatera Utara.

 

Proses pemeriksaan pun aku lalui, seharian penuh aku di periksa oleh pihak Kepolisian, biasa saat aku di periksa, diri ku kawal ketat oleh personel Kepolisian, dikasih makan dan minum seperti biasa dong, aku tidak ada mendapatkan pemukulan dari pihak polisi yang sebagaimana terungkap di luar sana kalau saya mendapat pemukulan dari pihak kepolisian.

 

Selesai lah pemeriksaan hingga sakit hari, salah satu oknum polisi yang ku kenal mengatakan padaku “Fery, Jalani Ya, Kami tidak bisa membantu mu” Hanya kata-kata itu yang ku dengar lalu diri ini pun digiring memasuki jeruji besi.

 

Deg jantung ini, begitu aku berada tepat di pintu masuk sel tahanan Mapolres itu, jaringan yang sangat luar biasa ketika langsung bahkan banyak pelaku kejahatan berkumpul di ruangan yang tidak terlalu besar tersebut.

 

Oknum Polisi yang ku kenal itu pun langsung berteriak kepada napi yang berada didalam sel tahanan “Jangan ada yang mukuli atau menyiksa dia ya” sambil diri ini diserahkan kepada petugas yang menjaga sel tahanan tersebut.

 

Teruskan oknum polisi itu langsung disambut puluhan napi yang lain “Ia pak, kami jaga dia”, pintu masuk sel tahanan dibuka, aroma tak sedap dan pengap sel langsung menerpa diri ini.

 

Dengan sedikit menundukkan aku berjalan dalam sambil berkata “Permisi bang, izin lewat bang” sambil melewati melewati napi lainnya, usai pintu sel bebas di tutup, diriku langsung di sambut oleh salah satu napi dan mempertanyakan apa kasus yang aku alami sampai masuk ke penjara .

 

Aku ingat, napi tersebut bernama Frans Keliar, dia sendiri merupakan napi dengan kasus perusakan mobil salah satu Ormas di Kabupaten Langkat, “Siapa nama kau dan apa kasus kau” sambil merangkul bahu aku, “Fery bang, kasus aku ITE bang” dengan gemetaran aku mengatakan hal itu.

 

Lalu dia berkata “Jangan takut, Oke, kau aku, nanti tidur didekat kawanku ya”, aku hanya mengiyakan kutipan napi itu, dan masih di rangkul olehnya, aku di bawak ke salah satu kamar napi, yang berisikan para napi dengan kasus pidana umum ( Pidum).

 

Disitu aku menyalami kepala kamar, dan napi lainnya. Usai perkenalan diri aku mandi dan diberikan baju dan celana oleh para napi.

 

Usai mandi, aku benar-benar seperti orang bodoh, melihat kiri dan kanan, seperti mimpi diri ini bisa sampai ke dalam tempat yang pengap ini.

 

Duduk, tidak menghitung berapa lama masuk lah waktu makan malam, yang aku akan mendapatkan makanan yang layak untuk makan namun faktanya, hanya nasi dan sayur kangkung rebus serta sepotong ikan seperti yang aku dan napi lainnya peroleh.

 

Sambil makan nasi pun aku menangis, ingin rasanya aku merasa diri dari ruangan yang tak layak ini, namun apalah daya diri ini, berani harus bertanggung jawab atas hal yang terlintas dalam pikiran ku.

 

Usai makan malam bersama para napi yang lain, masuk waktunya waktu tidur, disini baru saya rasakan yang namanya penjara, saat itu aku…… Bersambung.