Berita

Pensiun dari MK, Arief Hidayat Berkelakar Ingin Cucu Lahir di Solo Jadi Presiden/Wapres

Advertisement

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat resmi mengakhiri masa baktinya. Dalam pidato perpisahannya di acara wisuda purnabakti di Gedung MK, Rabu (4/2/2026), Arief melontarkan kelakar tentang keinginannya agar anak atau cucunya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Ucapan Terima Kasih dan Dukungan Keluarga

Arief Hidayat mengawali pidatonya dengan menyampaikan terima kasih kepada sang istri yang telah setia mendampinginya selama 13 tahun menjabat sebagai Hakim MK. Ia bersyukur istrinya dapat selalu berada di Jakarta menemaninya.

“Dan kebetulan Tuhan mengatur anak saya sudah besar-besar dan sudah menikah sehingga istri saya bisa selamanya berada di Jakarta mendampingi saya, sehingga saya terborgol dengan cinta yang luar biasa,” ujar Hakim Arief Hidayat.

Dukungan serupa juga ia sampaikan kepada anak-anaknya. Arief menuturkan bahwa anak-anaknya memilih jalur karier sebagai dosen di Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Ia mengapresiasi anak-anaknya yang tidak pernah merepotkan dan selalu mendukung kariernya.

“Begitu juga saya terima kasih pada anak-anak saya yang telah mendukung karier bapaknya tidak merepotkan, tidak pernah aneh-aneh tidak minta ini, minta itu, tapi anak-anak memilih berkarier sebagai dosen yang sekarang yang sulung di Undip dan yang bungsu di UNS; dan dua-duanya pengen cuman pengen jadi dosen,” tuturnya.

Kelakar Soal Cucu dan Solo

Di tengah pidatonya, Arief Hidayat menyampaikan sebuah kelakar yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. Ia mengaku sempat memiliki keinginan agar salah satu anaknya bisa menjadi wakil presiden (wapres).

Advertisement

“Tapi saya sebetulnya pengen anak saya bisa jadi wakil presiden,” kelakar Hakim Arief sambil sedikit tertawa.

Namun, keinginan tersebut urung terwujud. Arief kemudian menceritakan momen lucu ketika anak bungsunya, Angga, yang berprofesi sebagai dosen di UNS, berkeinginan agar cucu laki-lakinya lahir di Solo.

“Tapi tidak jadi kenyataan itu, tapi yang lucu anak saya yang bungsu setelah jadi dosen di UNS anaknya yang kecil waktu melahirkan itu ada pilihan bisa melahirkan di Semarang dan bisa melahirkan di Solo. Anak saya Angga mengatakan, ‘Pa, ini katanya sudah di-USG anak saya laki-laki, berarti cucu Papa nanti laki-laki biar lahir di Solo ya? Karena kalau lahir di Solo bisa jadi presiden atau wakil presiden’. Katanya begitu,” ungkap Arief.

Arief Hidayat menutup pidatonya dengan mendoakan agar cucu laki-lakinya tersebut dapat menjadi pemimpin yang baik jika kelak terpilih menjadi presiden atau wapres. Ia menambahkan bahwa Solo dianggap sebagai berkah bagi Indonesia.

“Karena Solo itu berkahnya Indonesia katanya begitu, tapi menjadi presiden atau wakil presiden yang baik itu doa saya pada cucu saya yang terakhir yang laki-laki ini,” pungkasnya.

Advertisement