November 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Pentingnya Partisipasi Semua Pihak Cegah Lonjakan Covid di Libur Akhir Tahun

Ketua Pengurus Besar IDI M. Adib Khumaidi menjelaskan peran masyarakat sangat besar dalam upaya menekan potensi kenaikan kasus, Partisipasi semua pihak cegah lonjakan covid di Libur Akhir tahun

Ketua Pengurus Besar IDI M. Adib Khumaidi menjelaskan peran masyarakat sangat besar dalam upaya menekan potensi kenaikan kasus, Partisipasi semua pihak cegah lonjakan covid di Libur Akhir tahun

Jakarta | Indocybernews.com – Pemerintah meminta dukungan dan upaya semua pihak untuk menekan risiko kenaikan kasus positif COVID-19 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sosialisasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan pentingnya disiplin protokol kesehatan jelang akhir tahun juga terus dilakukan.

Pergerakan manusia dalam skala besar di masa pandemi menjadi salah satu sebab terjadinya lonjakan kasus. Karena itu, pemerintah menetapkan sejumlah aturan guna mencegah terjadinya transmisi virus. Partisipasi semua pihak pun dibutuhkan sehingga kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), M. Adib Khumaidi menjelaskan, peran masyarakat sangat besar dalam upaya menekan potensi kenaikan kasus. Begitu pula dengan peran tenaga kesehatan yang terus waspada, di samping pemerintah selaku pembuat regulasi. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 juga diharapkan selalu bekerja dan melakukan sosialisasi agar masyarakat disiplin protokol kesehatan secara ketat.

“Yang terpenting adalah, standar yang sudah ada sekarang harus dipertahankan, jangan mencoba mengurangi standar,” tegasnya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Selasa (23/11/2021).

Adib menyebutkan, koordinasi di tingkat daerah juga harus dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus. “Kami yakin teman-teman di daerah sudah belajar banyak dari kenaikan kasus sebelumnya, dengan persiapan dan koordinasi yang terus dilakukan sehingga kita siap kalau terjadi lonjakan kasus. Mudah-mudahan tidak terjadi,” tuturnya.

Terkait antisipasi menjelang Nataru apabila terjadi lonjakan kasus, Adib menambahkan bahwa kesiapan tenaga kesehatan perlu didukung dengan kesiapan lain seperti obat dan peralatan.

“Bukan hanya kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia), tapi bagaimana mereka terfasilitasi dengan obat, alat kesehatan, oksigen. Tapi dari sisi SDM, saya yakin teman-teman di daerah siap,” ujarnya.

Walaupun kasus saat ini rendah, Adib menekankan untuk tidak meninggalkan kewaspadaan, mengingat COVID-19 selalu berkembang dan berubah. Dalam hidup berdampingan dengan COVID- 19, intervensi kepada virus tidak dapat dilakukan. Sebaliknya, manusia sebagai host (inang) dapat melakukan upaya adaptasi agar selamat (survive) dengan memperhatikan lingkungan. “Yang penting adalah partisipasi semua pihak, gaya hidup sehat, dan tak lupa protokol kesehatan karena saat ini kita dalam upaya adaptasi, dan lingkungan yang sehat,” tandas Adib. ( Risa)