Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit Farai Hallam yang tidak memberikan hadiah penalti kepada timnya saat menghadapi Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris. Meskipun demikian, Guardiola tetap mengapresiasi kualitas timnya yang mampu mengamankan kemenangan 2-0 di Stadion Etihad pada Sabtu (24/1/2026).
Gol Pembuka dan Kontroversi Penalti
Manchester City berhasil unggul melalui gol pembuka dari Omar Marmoush pada menit ke-6, yang kemudian digandakan oleh Antoine Semenyo menjelang akhir babak pertama (injury time).
Momen kontroversial terjadi pada menit ke-35 ketika pemain Wolves, Yerson Mosquera, tampak jelas menyentuh bola dengan tangan saat berusaha menghalau aksi Marmoush. Kejadian ini memicu permintaan penalti dari kubu City.
Namun, wasit Farai Hallam, yang merupakan debutan di usia 32 tahun, memutuskan bahwa insiden tersebut bukanlah sebuah pelanggaran. Keputusan ini tetap dipertahankan meskipun wasit telah melakukan peninjauan ulang melalui tayangan Video Assistant Referee (VAR).
“Setelah peninjauan, bola mengenai lengan pemain Wolves dalam posisi natural, sehingga keputusan di lapangan tetap berlaku,” ujar Hallam mengumumkan keputusannya.
Reaksi Guardiola dan Edwards
Guardiola menunjukkan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut dan melontarkan sindiran pedas kepada wasit usai pertandingan.
“Saya ingin para pemain melawan (keputusan wasit). Kami menang meskipun ada keputusan mereka. Wasit melakukan debut yang luar biasa, sekarang semua orang akan mengenalnya,” ujar Guardiola, dikutip dari ESPN.
Ia menambahkan, “Saya pikir ini pertama kalinya mereka pergi ke TV dan membatalkan apa yang disebut posisi lengan yang ‘normal’. Saya cukup yakin Howard Webb (bos badan wasit Liga Inggris) besok akan muncul di media, menjelaskan mengapa itu bukan penalti dan apa yang dia lakukan melawan United (pekan lalu), seolah-olah itu adalah pertama kalinya dia melakukannya karena ada sedikit keraguan.”
Di sisi lain, manajer Wolves, Rob Edwards, menilai keputusan wasit sudah tepat. Ia justru merasa frustrasi dengan proses VAR yang dianggap membuang-buang waktu.
“Pada saat itu, sepertinya dia (Mosquera) berada di posisi yang wajar. Dia (Hallam) menunjukkan karakter dan keteguhan yang baik untuk tetap pada keputusannya di lapangan,” ujar Edwards kepada Sky Sports.
“Pertanyaan saya kemudian adalah, apakah para petugas VAR perlu mengingatkannya? Itulah yang membuat frustrasi karena kami memiliki beberapa menit dalam laga untuk menunggu keputusan yang pada akhirnya tidak menghasilkan apa pun,” jelasnya.
Pertandingan antara Manchester City dan Wolverhampton Wanderers ini menyisakan perdebatan mengenai penerapan aturan VAR dan keputusan wasit di lapangan.
Sumber: 90Menit.ID






