Berita

Pidato Prabowo di Davos: Keadilan dan Kemakmuran Kunci Perdamaian Dunia, Kata Eddy Soeparno

Advertisement

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya membangun kesejahteraan rakyat yang berkeadilan melalui pemerintahan yang bersih, ekonomi terbuka, dan peran aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1).

Respons Wakil Ketua MPR

Menanggapi pidato tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai pesan yang disampaikan Prabowo sangat relevan secara global. Menurutnya, pidato itu konsisten dengan prinsip kebijakan ekonomi Prabowo, yaitu ‘no one is left behind’ atau tidak ada rakyat yang tertinggal dalam pembangunan.

“Ketika pemimpin dunia bicara tentang dinamika geopolitik dan potensi konflik yang meluas, Presiden Prabowo justru menyadarkan bahwa perdamaian justru lahir dari kemakmuran dan keadilan. Semuanya dimulai dengan hadirnya negara untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Eddy menambahkan, gagasan ‘no one is left behind’ yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan komitmen Indonesia untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat kemajuan ekonomi dan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Prabowonomics sebagai Inspirasi

Wakil Ketua MPR RI itu menjelaskan bahwa gagasan Prabowonomics yang dipaparkan di World Economic Forum (WEF) sangat relevan dengan upaya mewujudkan keadilan dan perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama.

Advertisement

“Model pembangunan yang inklusif dalam Prabowonomics ini menjadi inspirasi kebijakan yang berpihak sepenuhnya pada kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy menyoroti bagaimana program ‘Makan Bergizi Gratis’ (MBG) yang telah melayani 59 juta warga menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi gizi rakyat secara berkeadilan. Ia juga mengakui adanya upaya perbaikan implementasi yang terus dilakukan pada program tersebut.

Strategi Kebijakan Luar Negeri

Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menekankan bahwa pesan ‘no one is left behind’ di forum ekonomi dunia tersebut merupakan refleksi strategi kebijakan luar negeri Indonesia. Kebijakan ini menyeimbangkan antara keterlibatan aktif dalam kerja sama global dengan perlindungan kepentingan serta kesejahteraan rakyat.

“Kemakmuran, perdamaian dan keadilan adalah hak setiap warga dunia dan hanya bisa terpenuhi dengan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Karena itu pidato Presiden Prabowo di Davos menunjukkan bahwa bagi Indonesia pertumbuhan ekonomi dan masa depan yang adil bagi setiap warga negara adalah sama pentingnya,” pungkasnya.

Advertisement