October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Polemik Dua Kubu PC Al Jamiyatul AlWashliyah Belawan, PD dan PW Tentukan Nasib Guru dan Organisasi

MEDAN || Indocybernews.com – Menyikapi prihal atas permintaan dari Kubu Ketua Cabang (PC) H.Sutiono yang terpilih secara musyawarah yang diadakan pada Tahun 2018 mengenai permintaan untuk mengeluarkan SK terhadap Pimpinan Daerah (PD) dari Hasil Muscab di Tahun 2018, Ketua terpilih dari Kubu H. Asnawi yang mempunyai SK yang dikeluarkan pada Tahun 2020 melalui Bendahara, Zakaria angkat bicara Jum’at( 08/10/2021).

Saat ditemui Wartawan Zakaria menyampaikan, apa yang disampaikan oleh H.Sutiono itu tidaklah mungkin Pimpinan Daerah (PD) Al Jamiyatul Alwashliyah untuk mengeluarkan SK bagi mereka dikarenakan PD sendiri telah mengeluarkan SK yang Asli dan sejauh ini putusan pengadilan belum Ingkrah dan masih dalam Kasasi terkecuali putusan pengadilan telah menemui hasil ataupun sudah Ingkrah “Ucapnya”

” Seharusnya Kepengurusan cabang yang diketuai oleh H. Sutiono mengikuti AD/ART dan PO yang ada di organisasi Al Jamiyatul Alwashliyah bahwasanya tidak dibenarkan menjabat lebih dua priode,kenapa harus mengugat peraturan yang telah ditetapkan di organisasi” Sambung Zakaria.

Lebih lanjut, Zakria juga menyampaikan, kenapa guru dipecat dan sampai kepengadilan dan tak menerima gaji, mereka(PC) harus bertangung jawab mengenai nasib para guru termasuk yang dipecat, seharusnya keluarkan hak mereka,karna iyuran dari Siswa ada, dan Dana Bos juga ada, mereka yang kelola yang lalu, tapi sekarang ini Dana Bos telah diblokir oleh pihak kami sampai menunggu putusan yang sah agar dana bos itu bisa dipertangung jawabkan kedepannya.

Diwaktu yang berbeda, saat wartawan kembali menyambangi Sekretariat PC. Belawan Selasa (05/10/2021) yang berada di Jalan Selebes no 40 Kecamatan Medan Belawan, H,Sutiono ketua terpilih pada Muscab pada 2018 didampingi dengan beberapa pengurus menyampaikan saat dikonfirmasi Wartawan, Tidak ada kepengurusan lama dan kepengurusan baru, perlu diluruskan terjadinya dua lisme itu dikarenakankan dimana ada kepengurusan hasil muscab pada 2018 yang dimenangkan oleh H.Sutiono sebagai ketua namun tidak dikeluarkan SK oleh Pimpinan Daerah (PD) pada saat itu sehingga masalah ini digugat ke pengadilan dan sudah dimenangkan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dan saat masih berlanjut menunggu putusan Kasasi, sementara itu masih dalam masa gugatan, PD mengeluarkan SK kepengurusan PC Belawan yang dikeluarkan pada 2020 yang diketuai oleh H. Asnawi.

Maka dari itu H.Sutiono sangat berharap atas ketegasan dari Ketua PD Al Jamiayatul Al Washliyah H. Hafis dalam menentukan sikap agar kiranya secepat mungkin mengeluarkan Surat Keputusan (SK) hasil Muscab 2018 yang telah dimenangkan dalam gugatan PN Medan dan Pengadilan Tinggi dimana pengadilan mengabulkan permohonan agar PD mengeluarkan SK untuk PC Belawan dari hasil Muscab 2018 karna berdasarkan itu H.Sutiono menyatakan dengan tegas akan segera mundur dari jabatan ketua dan segera mengadakan rapat Pleno pemilihan ketua yang baru sesuai dengan AD / ART Organisasi Al Jamiyatul Alwashliyah dan keputusan yang dikeluarkan pegadilan Negeri Medan dan Pegadilan Tinggi. ” Sambung Sutiono”

Dikesempatan yang sama saat dikonfirmasi oleh Wartawan mengenai masalah guru yang dipecat dan sampai ke pengadilan H. Sutiono meluruskan, bahwa dipecat itu tidak benar, yang ada cuma dirumahkan (Scorsing)karna guru tersebut tidak mengikuti aturan yang ada maka dari itu diberi sangsi dirumahkan. Mengenai hak yang harus diterima oleh guru tersebut sesuai dengan hitungan jam dalam memberikan bidang mata pelajaran kesiswa bukan menerima upah bulanan, jadi guru digaji di alwashliyah sesuai dengan hitungan jam saat dia memberikan mata pelajaranya terhadap siswa. “Terangnya”

H.Sutiono juga meminta perhatian khusus kepada pimpinan Wilayah (PW) Dedi Iskandar Batu Bara yang juga sebagai ketua Pusat Ikatan Guru dan Dosen Alwashliyah (IGDA) agar memperhatikan Polemik yang terjadi di PC Al Jamiyatul Alwashliyah dan juga dampak negatifnya dirasakan oleh guru guru yang mengajar di Alwashliyah Belawan karena polemik yang terjadi Bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui Dana Bos telah di blokir oleh pihak Bank BRI untuk disalurkan ke Alwashliyah cabang Belawan. “Tutupnya”