Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti melakukan peninjauan langsung ke Pintu Air Cengkareng Drain di Jakarta Barat pada Jumat (23/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pintu air yang berstatus siaga 1.
Aliran Air Lancar, Optimisme Penanganan Banjir
Dalam tinjauannya, Pramono Anung menyatakan bahwa aliran air di Cengkareng Drain terpantau lancar. “Secara khusus saya ingin memastikan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain ini betul-betul berfungsi dengan baik. Dan kita lihat sendiri sekarang alirannya lancar,” ujar Pramono di lokasi.
Pintu Air Cengkareng Drain memegang peranan krusial dalam pengendalian banjir di Jakarta Barat. Fasilitas ini berfungsi menampung aliran dari beberapa sungai besar, termasuk Kali Angke, Pesanggrahan, dan Kali Mokervart. Dengan penurunan debit air di pintu air ini, Pramono optimistis genangan di sejumlah titik di Jakarta Barat akan segera surut. “Dengan penurunan di pintu air ini, saya meyakini mudah-mudahan banjir di beberapa titik Jakarta Barat segera surut,” imbuhnya.
Operasi Modifikasi Cuaca dan Penambahan Pompa Air
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan curah hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Pramono Anung mengizinkan pelaksanaan OMC hingga tiga kali dalam sehari, yang direncanakan berlangsung hingga 27 Januari 2026. “Baru sekitar 10-15 menit yang lalu kita lakukan operasi modifikasi cuaca yang ketiga hari ini. Saya izinkan setiap hari bisa tiga kali,” jelasnya.
Menyinggung genangan di kawasan Jalan Daan Mogot, Pramono mengakui dampaknya dipengaruhi oleh kondisi di Cengkareng Drain. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, ia telah meminta penambahan pompa air di area tersebut. “Saya sudah minta ditambah pompanya di Daan Mogot, supaya begitu air turun, pemompaannya bisa lebih efektif,” katanya.
Imbauan Kewaspadaan untuk Warga
Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, Pramono Anung mengimbau warga, terutama yang bermukim di bantaran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. “Untuk sementara, warga di bantaran sungai agar lebih hati-hati dan tidak beraktivitas di sungai,” pesannya.
Status Siaga 1 di Cengkareng Drain
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menambahkan bahwa debit air di Cengkareng Drain sempat mencapai angka 380, namun kini telah menurun menjadi sekitar 350. Meskipun terjadi penurunan, status pintu air tetap berada di level siaga 1 karena angka tersebut masih di atas ambang batas 300. “Artinya air sudah mengalir dengan baik. Penurunan sudah terjadi. Tapi memang status masih siaga 1,” terang Diana.






