January 20, 2022

Menyajikan Berita Teraktual

PT Odira Energi Diduga Ngulur Waktu Bayar Kerugian Warga Terdampak, Warga Ancam Demo Besar-Besaran

PT Odira Energi Diduga Ngulur Waktu Bayar Kerugian Warga Terdampak

PT Odira Energi Diduga Ngulur Waktu Bayar Kerugian Warga Terdampak

Banyuasin | Indocybernews.com – Wajar belakangan ini berkembang polemik bahwa manajemen PT. Odira Energi Tenggulang itu terhadap lingkungan dibilang aktivitasnya tertutup, arogan dan tidak perduli terhadap dampak kehidupan bagi warga penyangga, karena sejak beroperasi dari tahun 2018 hingga 2021 ini untuk divisi kehumasannya PT tersebut baru terbentuk.

Hal itu baru diketahui setelah diakui Andryan Plt. Manager PT Odira Energi saat pertemuan diruang kerja Camat Tungkal Ilir (3/12/2021) lalu guna membahas permasalahan kebun Karet warga penyangga banyak yang mati akibat dialiri oleh limbah dari aktivitas pengeboran Minyak dan Gas Bumi oleh perusahan plat merah itu.

Andryan juga mengakui limbah dari aktivitas pengeboran itu tumpah dan mengalir hingga mencemari lingkungan baik yang mengalir di aliran anak sungai Keluang, Sumur warga dan terparah lahan kebun karet warga banyak yang mati.

Dampak manajemen yang tak tertata dengan baik, sehingga masalah pembayaran ganti-rugi terhadap warga yang terdampak terasa diulur-ulur waktunya apa memang sengaja tidak mau mengganti kerugian yang diderita oleh warga yang sejak 2018-2021 ini masih belum tuntas, ucap Roni via ponsel kepada wartawan.

Pertemuan untuk pembahasan masalah kebun karet warga yang terdampak limbah terlihat dihadiri pihak manager, Humas PT Odira Energi dan Perwakilan warga terdampak limbah yang kebun karetnya yang diselenggarakan diruang Camat Tungkal Ilir dan langsung dibuka oleh Camat Yudi didampingi Sekcam Seman dan perwakilan warga Khahar, Roni dan Herman didampingi Kadus 6 Hoitin, sedangkan dari PT. Odira Energi ada Andryan didampingi oleh Fadel selaku humas yang baru terbentuk.

Kadus meminta kepada PT. Odira supaya cepat selesaikan seyogianya tidak mengulur-ngulur waktu sehingga biayanya akan lebih bengkak karena sekarang ini bagi warga terdampak sudah banyak mengeluarkan biayanya. Maka jangan sampai ada aksi lain lagi dari warga sudah kesal berurusan yang tidak jelas kapan selesainya akhirnya justru merugikan pihak perusahaan itu sendiri.

“Hoitin meminta masalah limbah yang sudah lama merugikan warganya secepatnya untuk diselesaikan dan jangan ngulur waktu yang nantinya justru akan merugikan usahanya dari pihak perusahaan itu sendiri, diakui warganya banyak tidak paham dengan UU”, tegas Dia.

Khahar meminta pihak manajemen supaya mempercepat pembayaran yang merugikan warga terdampak yang kebun karetnya oleh limbah pengeboran dari PT. Odira itu segera direalisasikan pembayaranya, jangan sampai berlarut-larut jika aktivitas perusahaan tidak mau terganggu, persoalan dengan warga itu (Roni cs,red) dari tahun 2018-2021, maka saya selaku korlap mendesak agar pihak PT. Odira segera memenuhi tuntutan kami yang sudah disepakati, sambung Roni.

Roni menambahkan dari dampak manajemen perusahaan yang tidak tertata dengan baik, sehingga masalah pembayaran ganti-rugi terhadap warga yang terdampak dirasa diulur-ulur waktunya apa memang sengaja tidak mau mengganti kerugian yang diderita oleh warga yang sejak 2018-2021 ini masih belum tuntas, ucap Roni via ponsel kepada wartawan media ini (8/12/2021).

“Kami minta kerugian dari kebun karet yang mati akibat limbah itu dibayar cepat, jika mau membayar, bila tidak, buat pernyataan tak mau membayar jadi kami warga yang terdampak tak berharap, tapi maaf maunya apa dari pihak perusahaan beroperasi diwilayah kami dan ini bukan berarti kami warga mengancam”, tegas Roni seraya menambahkan kami baru diketaui kalau manager perusahaan sekarang Andryan, kalau dulu katanya bernama Toha dan Dadang tapi sulit dijumpai menyudahi perbincanganya.

Kesempatan itu Andryan Plt. Manajemen PT. Odira mengatakan sejak tahun 20218 terjadi perubahan manajemen dan kehadiran pada (3/12) lalu menindaklanjuti poin-poin tuntutan warga terdampak. Untuk poin 1 direalisasikan berupa CSR siap dilaksanakan dan sudah disampaikan melalui camat Tungkal Ilir.

Pihaknya tetap komitmen terhadap dampak lingkungan penyangga. Sepakat membuat tim terpadu untuk verifikasi sesuai tuntutan MKR dan terakhir bagi warga ada yang terdampak siap memberikan tali asih.

Andryan mengatakan tuntutan hanya waktu 3 hari sepertinya sulit direalisasikan dan butuh waktu yang belum bisa dipastikan dan itu akan diikuti kepatuhan dari keputusan tim. Dia juga diakui dari 2018-2021 PT. Odira yang dimengerti ini baru mempunyai kehumasan.

Dia juga mengakui sudah pernah membayar kerugian warga terdampak dan tidak melalui Pemerintah Desa Keluang dan Pemerintah Kecamatan Tungkal Ilir.

Sementara Fadel yang mengaku asal asal Sulawesi dan selama ini sebagai konsultan kehumasan 12 tahun diperusahaan migas dan sudah sering bahkan sudah biasa menghadapi masalah dilapangan, Alhamdulillah ini semua selesai dengan damai. Fadel mengaku tugas yang diemban ini sebagai perwakilan yang ditujukan oleh SKK Migas.

Disayangkan warga terdampak kedatangannya dari pihak perusahaan diruang kerja Camat Tungkal Ilir itu masih untuk mendengarkan dan masih untuk memverifikasi dan akan baru diturunkan tim kembali. Baik Andryan maupun Fadel belum memberi kepastian kapan waktu untuk membayar kerugian warga dampak mati kebun karet warga akibat limbah perusahaan. (waluyo)