October 19, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Spesialis Rampok Dalam Angkot Ditembak Unit Reskrim Polsek Belawan

MEDAN || Indocybernews.com – Berkali-kali melakukan perampokan terhadap feri angkutan kota (angkot) di Belawan, seorang bandit jalanan ditembak oleh personel Reskrim Polsek Belawan, Jumat (1/10).

Spesialis perampok dalam bus kota berinisial GS alias Gabe (32) merupakan warga Jl. Pulau Ambon, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan itu terpaksa dievakuasi ke rumah sakit akibat luka tembak. 

Sedangkan seorang lagi teman pelaku saat ini masih dalam pengejaran personil Reskrim Polsek Belawan.

Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho mengatakan, terungkapnya perampok spesial angkot itu berdasarkan laporan korban, Sisi Manis Hutabarat ,21, dengan nomor LP/ 92/ IX/2021/ SU/ Pel-Blwn/ Sekta Belawan.

Dalam laporannya, boru Hutabarat menyebutkan, saat itu dirinya naik angkot dari Medan Labuhan menuju Belawan pada Kamis (30/9) malam. Di dalam angkot itu sudah ada kedua tersangka, Gabe bersama teman NS. 

“Korban dirampok sebelum Simpang Canang Belawan tepat di depan Hotel Budi. Saat korban mau turun dari angkot, satu dari pelaku mengancam korban dengan pisau mengambil Hp milik korban. Kemudian, kedua pelaku langsung kabur” ujar Kapolsek Belawan Kompol DJ Naibaho didampingi Kanit Reskrim, Iptu AR Riza.

Usai perampokan itu, tambah Kapolsek, korban langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Belawan.

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Salah satu pelaku berinisial GB alias Gabe berhasil ditangkap di Jl. KL Yos Sudarso tidak jauh dari lokasi perampokan tersebut.

Saat hendak ditangkap, tersangka GB alias Gabe mencoba melawan dan berusaha kabur sehingga tindakan tegas dan tegas. Kaki ditembak ditembak,” ucap Naibaho.

Kapolsek menambahkan, masih melakukan pengembangan terhadap teman-temannya, NS yang masih buron. Pelaku telah mengakui telah berulang kali melakukan kejahatan merampok di angkot dan telah merasahkan masyarakat.

“Dari tangan pelaku kita amankan pisau sebagi alat kejahatannya. Pelaku kita jerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 2 tahun penjara,” pungkasnya.