Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan Rully Anggi Akbar (RAA), suami artis Boiyen, terus bergulir. RAA diduga menggelapkan dana investasi bisnis kuliner miliknya, Sateman Indonesia, yang dilaporkan merugikan seorang investor berinisial RF hingga ratusan juta rupiah.
Belum Ada Itikad Baik dari RAA
Kuasa hukum korban, Erde Sugrianda, menyatakan bahwa hingga kini belum ada itikad baik dari Rully Anggi Akbar untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Sampai saat ini belum ada,” kata Erde Sugrianda kepada detikcom, Senin (29/12/2025).
Erde menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan tim mengenai langkah hukum selanjutnya, apakah akan menempuh jalur pidana atau perdata. “Untuk jawaban upaya hukum, saya tidak memiliki kapasitas. Nanti tim yang akan memutuskan,” ungkapnya.
Mengenai harapan kliennya yang mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta, Erde menegaskan pihaknya masih menuntut adanya itikad baik dari Rully. “Seperti yang disampaikan di media kemarin, kami menuntut itikad baik,” pungkasnya.
Kronologi Dugaan Penipuan
Kasus ini bermula pada 5 Agustus 2025, ketika Rully Anggi Akbar menawarkan peluang investasi kepada RF melalui pesan WhatsApp untuk pengembangan usaha kuliner di Sleman, Yogyakarta. Dalam proposal investasi, RAA mengklaim pendapatan usaha dalam enam bulan terakhir mencapai Rp 87,2 juta hingga Rp 119 juta, dengan skema pembagian keuntungan 70 persen untuk pengelola dan 30 persen bagi investor.
RF diketahui telah menyerahkan dana investasi sekitar Rp 200 juta. Dalam perjanjian, Rully menjanjikan pembayaran keuntungan sebesar Rp 6 juta setiap bulan pada tanggal 9. Namun, RF hanya menerima pembayaran sebanyak empat kali, sehingga total kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 300 juta.
Dalam somasi yang dilayangkan, RF menuntut Rully Anggi Akbar untuk melunasi seluruh kewajibannya sesuai kesepakatan. Jika tidak ada respons, RF menyatakan akan membawa perkara ini ke ranah hukum.
Pihak detikcom telah berupaya menghubungi Boiyen dan Rully Anggi Akbar untuk meminta tanggapan, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan.






