October 26, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Tim dokter RSUD dr Moewardi Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam

Tim dokter RSUD dr Moewardi Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam

Tim dokter RSUD dr Moewardi Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam

Surakarta, Indocybernews.com – Untuk kali pertama Tim Dokter RSUD Dr Moewardi berhasil melakukan pemisahan bayi laki-laki kembar siam. Operasi tersebut berlangsung hampir empat jam mulai pukul 08.00 hingga 11.55 WIB pada hari Rabu (21/4/2021).

Direktur RSUD Dr Moewardi, Cahyono Hadi menyampaikan, bayi kembar siam berinisial Ba dan Br tersebut berusia 14 bulan. Keduanya lahir di Karanganyar dalam kondisi kembar dempet dada sampai perut (emphalopagus) dengan masing-masing memiliki organ vital utuh.

Dikatakan Cahyono, bayi Ba dan Br mulai dipantau oleh Tim Dokter RSUD Dr Moewardi sejak lahir. Setelah melakukan pemeriksaan lanjut dan persiapan khusus, tim dokter menjadwalkan operasi pemisahan bayi kembar siam pada Rabu ini.

Tim Operasi yang diketuai dr Suwardi SpB SpBA ini melibatkan 18 dokter spesialis, dua dokter umum, dan perawat. Dokter spesialis yang terlibat di antaranya yakni dokter spesialis anestesi, bedah plastik, bedah anak, bedah toraks kardiovaskular (BTKV), ahli pediatri dan konsultan intensif anak, serta spesialis anestesi konsultan intensif care (KIC).

“Selain Tim Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam, kami juga melibatkan dokter Psikiatri anak serta Tim Mediko Legal RSUD Dr Moewardi,” jelasnya.

Cahyono mengungkapkan, dalam pelaksanaan operasi, dua spesialis bertanggung jawab dalam persiapan dokter, pembiusan, dan pengaturan tempat. Sementara itu, empat dokter spesialis bedah plastik melakukan insisi (penyayatan dan pengencangan) kulit sampai dengan fascia (selaput otot) sesuai desain yang telah dibuat, dan ditutup defek. Sehingga bayi tersebut bisa masuk. Selanjutnya, dua dokter spesialis bedah anak bertanggung jawab dalam melakukan pemisahan hati dan usus.

Dua dokter spesialis BTKV melakukan back up bypass vascular untuk bayi Ba. Lima dokter spesialis anak dan dua dokter spesialis anestesi KIC melakukan perawatan sebelum dan sesudah operasi. Sedangkan dua dokter umum lainnya melakukan dokumentasi tindakan pemisahan.

“Saat ini kedua bayi masih menjalani perawatan di ruang intensif dalam pengawasan dokter spesialis anak konsultan Pediatrik intensif dan Perawat khusus. Pemantauan terhadap Bayi Ba dan Br ini dilakukan terus-menerus selama 24 jam hingga kondisinya stabil dan siap dipindahkan ke ruang rawat inap biasa,” ujar Cahyono.

Sebelumnya, bayi Ba dan Br telah dijemput oleh Tim Homecare RSUD Dr Moewardi pada Senin (19/4/2021) pagi. Mereka kemudian menjalani rawat inap di Melati 3 RSUD Dr Moewardi sebelum dilakukan tindakan operasi. Disebutkan bahwa, seluruh biaya operasi ini ditanggung oleh BPJS. (RS M/KYD)