October 27, 2021

Menyajikan Berita Teraktual

Viral !! Selfie Berujung Maut, Seorang Perempuan Disambar Kereta Api

BANDUNG || Indocybernews.com – Seorang Perempuan di Bandung Tewas Tertabrak Kereta Api

Lokasi insiden maut seorang perempuan tertabrak kereta api di kawasan Cikudapateuh-Kiaracondong, pada Minggu (5/9/2021) pada pukul 08.00 WIB.

 

Tangkapan Layar Instagram @infojawabarat suaraJabar.id – Insiden seorang perempuan di Kota Bandung tertabrak kereta api sempat menghebohkan warga.

 

Perempuan itu tertabrak kereta api di kawasan Cikudapateuh-Kiaracondong, pada Minggu (5/9/2021) pada pukul 08.00 WIB.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terlupakan tengah berswafoto bersama teman-temannya sebelum tertabrak kereta api.

 

“Kalau kronologisnya, saya kurang tahu, karena tidak ada di lokasi kejadian. Namun memang benar pukul 08.12 WIB, kemarin pagi, saya dapat informasi jika ada warga yang tertemper kereta api,” kata Manajer Humas Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, saat dihubungi via ponselnya , pada Senin (6/9/2021).

 

Kuswardoyo menuturkan, kejadian warga tertemper kereta api, terjadi di kawasan Cikudapateuh-Kiaracondong, berdasarkan informasi yang ia dapat, korban tengah ber-swafoto bersama teman-temannya.

 

“Kalau saya tidak tahu pasti nya, tapi dari beberapa informasi, ibu memang lagi selfie-selfie di kawasan itu. Jadi mereka memang lagi di lokasi, dan tertempel kereta api,” katanya.

 

sangat menyayangkan kejadian warga tertemper kereta api, kerap terjadi. Diakuinya, beberapa spot yang berada di jalur kereta api, merupakan spot bagus untuk melakukan swafoto.

 

Namun sesuai UU pasal 181 ayat 1 UU tahun 2007, sudah ada aturannya, siapapun tidak dilarang berada di lokasi, petugas yang melaksanakan tugas.

 

Kita semua, memang yang namanya rel kereta api, kereta api, jembatan api, memang daerah-daerah api, memang terlihat seksi untuk semua orang. Kita dari api juga tidak selalu bosan, warga yang untuk berada peruntukkannya, “kata dia.

 

Sejak Januari 2021 hingga April 2021 saja, lanjut Kuswardoyo, ada belasan orang yang tewas akibat tertemper kereta api. Kebanyakan lokasi kecelakaan itu, tidak terjadi di perlintasan, namun di petakan jalan, yang tidak terdapat petugas jaga.

 

“Kalau sampai bulan ini, saya belum pegang datanya, tapi sampai April 2021, ada 12 orang yang tertemper kereta api. Rata-rata orang dewasa (korbannya). Ada juga yang memang berjalan kaki, motong jalur-lah, dan lain-lain seperti itu,” ucapnya.

 

PT KAI pun, jika diterapkan, tidak memberikan santunan apapun, bagi mereka yang tertemper, menurunkan, yang mengakibatkan kecelakaan kereta api. Malahan, setiap orang yang tertemper kereta api, seharunya dikenakan denda.

 

 

“Harusnya kena sanksi 3 bulan penjara atau denda 15 juta, jika kereta api, memberikan santunan bagi pengguna jasa api, yang memiliki tiket, atau warga yang menciptakan. Misalnya ada kereta api, keluar lintasan, dan menabrak rumah, itu yang kita berikan kereta santunan,” ucapnya.

 

Kuswardoyo pun menghimbau masyarakat, untuk tidak melakukan apapun di jalur kereta api, karena sangat membahayakan keselamatan nyawa dan juga bisa menghambat lajur kareta api.

 

Ia pun meminta dukungan masyarakat, untuk mengingatkan satu sama lain, agar tidak terjadi kejadian nyawa menghilang akibat tertemper kereta api.

 

“PT kereta api tidak dapat berjalan sendiri, karena mungkin tidak ada kereta api dapat melakukan pengamanan jika tidak ada dukungan dari warga masyarakat. Kami meminta bantuan kepada semua warga masyarakat untuk salin mengingatkan jika ada seseorang yang berada di jalur api. Agar patuhi, ” ucapnya.

 

Terpisah, Kapolsek Batununggal Iptu Muradi membenarkan adanya kejadian orang yang tertemper kereta api, di wilayah hukumnya. Korban diketahui berinisial M, yang merupakan warga Kelurahan Gemuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

 

“Korban semoat dibawa ke rumah sakit Pindad, namun tidak tertolong dan meninggal dunia. Korban pun dimakamkan di TPU Gumuruh oleh pihak keluarga,” kata Kapolsek, saat dihubungi di waktu yang sama.