10 Daerah Sumatera Butuh Atensi Khusus Pascabencana, Ini Rinciannya

Author Image

Irfan

4 Februari 2026

Pekerja Pengerjaan Jalan Di Kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (30/1/2026). (foto: Antara Foto/iggoy El Fitra)
Pekerja pengerjaan jalan di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (30/1/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

JAKARTA – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, melaporkan perkembangan terkini pascabencana di wilayah tersebut. Ia mengemukakan bahwa saat ini masih terdapat 10 kabupaten/kota yang memerlukan perhatian khusus.

Dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana, Amran merinci bahwa 27 di antaranya telah kembali berfungsi normal. Sementara itu, 15 kabupaten/kota lainnya dilaporkan sudah mendekati kondisi normal.

“Hampir secara keseluruhan ya untuk di tiga provinsi ini sebagian besar sudah normal dan mendekati normal. Tinggal ada 10 kabupaten/kota yang perlu atensi khusus,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Rincian Per Provinsi

Di Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 7 kabupaten/kota dilaporkan telah berfungsi normal, dan 7 kabupaten/kota lainnya mendekati normal. Namun, masih ada 2 kabupaten/kota yang membutuhkan atensi khusus, yaitu Agam dan Padang Pariaman.

Selanjutnya, di Provinsi Sumatera Utara, 9 kabupaten/kota telah berjalan normal dan 7 kabupaten/kota mendekati normal. “Tinggal ada dua kabupaten/kota yang perlu atensi khusus, yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara,” tambah Amran.

Sementara itu, Provinsi Aceh menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 11 kabupaten/kota kini telah berjalan normal, meningkat dari kondisi sebelumnya yang hanya 1 kabupaten/kota. Satu kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan mendekati normal.

“Tinggal enam kabupaten/kota yang perlu atensi khusus, yaitu Kabupaten Bireuen, kemudian Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Pidie Jaya,” pungkasnya.