13 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di St. Gallen Sepanjang 2025: Alkohol dan Kecepatan Jadi Pemicu Utama

, Swiss, melaporkan 13 korban jiwa akibat sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun perilaku pengemudi yang dipengaruhi alkohol, kecepatan berlebihan, dan kesalahan tetap menjadi faktor utama penyebab insiden di jalan raya.

Kepolisian Kanton merilis statistik kecelakaan lalu lintas tahunan 2025 pada Selasa, 17 Maret 2026, yang mengungkapkan bahwa total 2.508 kecelakaan tercatat. Jumlah ini sedikit menurun, yaitu delapan kasus lebih sedikit dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 2.516 kecelakaan. Penurunan ini dianggap sebagai perkembangan positif, mengingat pertumbuhan populasi dan peningkatan jumlah kendaraan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Faktor Manusia Dominasi Penyebab Kecelakaan

Meskipun ada penurunan jumlah kecelakaan dan korban jiwa, faktor manusia masih menjadi penyebab utama. Lebih dari 12 persen kecelakaan disebabkan oleh kecepatan yang berlebihan, sementara hampir 10 persen lainnya melibatkan pengemudi di bawah pengaruh alkohol. Kecelakaan yang mengakibatkan cedera akibat alkohol bahkan menunjukkan peningkatan tajam, terutama di area perkotaan.

Kepala Polisi Lalu Lintas Kanton St. Gallen, , menegaskan pentingnya peran manusia dalam keselamatan berkendara. “Di balik kemudi, ada manusia yang membuat kesalahan. Terlepas dari perbaikan infrastruktur jalan dan bantuan teknologi pada kendaraan, kecelakaan terus terjadi akibat kesalahan pengemudi, seperti terlalu percaya diri, kurang perhatian, atau pengaruh alkohol dan obat-obatan,” ujarnya.

Peningkatan Kecelakaan E-bike dan Sepeda Motor

Statistik juga menyoroti tren peningkatan kecelakaan yang melibatkan kendaraan mikro seperti e-bike dan e-skuter, di mana alkohol sering menjadi penyebab utama. Jumlah kecelakaan e-skuter yang disebabkan oleh alkohol bahkan berlipat ganda. Kecelakaan sepeda juga meningkat, dengan banyak kasus merupakan kecelakaan tunggal. Selain itu, kecelakaan sepeda motor kembali menunjukkan peningkatan, dengan pengendara muda berusia 15 hingga 17 tahun menjadi kelompok yang paling rentan.

Sejak tahun 2017, jumlah korban tewas dan luka berat dalam lalu lintas cenderung stagnan setelah sebelumnya mengalami peningkatan. Menanggapi temuan ini, Kepolisian St. Gallen menyatakan akan terus memprioritaskan pemeriksaan kemampuan pengemudi, penegakan batas kecepatan, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Sennhauser mengimbau semua pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan saling menghargai demi mengurangi risiko kecelakaan.