17 Penerbangan Timur Tengah dari Soekarno-Hatta Dibatalkan Akibat Konflik Geopolitik

bandara soekarno-hatta, penerbangan internasional, timur tengah, konflik iran israel, pembatalan penerbangan

Sebanyak 17 penerbangan rute dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, Banten, terkonfirmasi dibatalkan hingga Minggu, 1 Maret 2026, pukul 10.00 WIB. Pembatalan ini merupakan dampak langsung dari eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara.

Gangguan operasional penerbangan ini terjadi menyusul kebijakan penutupan wilayah udara di beberapa negara seperti Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Penutupan tersebut merupakan imbas dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menjelaskan bahwa sejumlah maskapai besar terdampak. Penerbangan yang dibatalkan atau ditunda meliputi rute tujuan Abu Dhabi (AUH), Doha (DOH), dan Dubai (DXB).

Beberapa penerbangan keberangkatan yang terdampak antara lain Etihad Airways (EY472, EY475, EY473) tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954, QR957, QR955, QR959) tujuan Doha, Emirates (EK357, EK359) tujuan Dubai, serta Garuda Indonesia (GA900) tujuan Doha. Untuk penerbangan kedatangan, tercatat Etihad Airways EY472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR954 rute Doha-Jakarta berstatus dibatalkan.

Meskipun terjadi pembatalan mendadak pada rute-rute tertentu, Aziz Fahmi Harahap menegaskan bahwa situasi di terminal secara umum tetap aman dan kondusif. Operasional penerbangan untuk rute internasional lainnya juga dipastikan tetap berlangsung dengan aman dan lancar.

Manajemen bandara telah memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku. Penanganan tersebut mencakup proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi intensif dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

Menyikapi kondisi ini, pihak bandara mengimbau calon penumpang yang memiliki rute ke Timur Tengah untuk proaktif memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing atau menghubungi layanan pelanggan guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan.

Dampak konflik ini tidak hanya terasa di Indonesia, melainkan juga secara global. Perusahaan analisis penerbangan Cirium melaporkan bahwa ribuan penerbangan di seluruh dunia terdampak, dengan sekitar 966 penerbangan menuju Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, dan lebih dari 700 penerbangan lainnya dibatalkan pada Minggu, 1 Maret 2026. Sebagai respons, maskapai seperti Qatar Airways dan Etihad Airways telah mengeluarkan kebijakan fleksibilitas bagi penumpang yang terdampak, termasuk perubahan jadwal tanpa biaya penalti dan pembebasan denda pembatalan.