Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mencatat sekitar 2 juta kendaraan di wilayahnya menunggak pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Menindaklanjuti temuan ini, Bapenda berencana menugaskan petugas pajak untuk melakukan penagihan langsung ke kediaman para penunggak.
Libatkan RT/RW untuk Pendataan Faktual
Kepala Bapenda Provinsi Banten, Berly Rizky Natakusumah, menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan menggandeng Ketua RT dan RW dalam proses pendataan kendaraan yang menunggak pajak. Langkah ini diambil untuk memastikan data yang akurat dan faktual, mengingat basis data yang ada saat ini belum sepenuhnya terbarui. “Basis data dalam pelaksanaan pendataan belum sepenuhnya diperbarui. Ada kendaraan yang sudah pindah tangan, pindah domisili, mengalami kecelakaan, hingga hilang,” ujar Berly kepada wartawan pada Kamis (29/1/2026).
Untuk mempermudah proses pendataan, Pemprov Banten juga akan mengembangkan sebuah aplikasi khusus. Melalui aplikasi ini, para Ketua RT dan RW dapat mengunggah data kendaraan penunggak pajak secara langsung. “Pada akhir Februari akan dilakukan pendataan penunggak pajak secara door to door oleh RT dan RW untuk mengetahui secara faktual kendaraan yang belum membayar pajak,” katanya.
Penagihan Langsung dan Target Pendapatan
Setelah data faktual diperoleh, Bapenda akan mengerahkan petugas pajak untuk mendatangi rumah para penunggak. Petugas ini nantinya akan diberikan target pendapatan oleh Pemprov Banten. “Awal Maret akan ditindaklanjuti oleh pegawai Bapenda melalui penagihan berbasis penelusuran oleh RT dan RW,” jelas Berly. Ia menambahkan bahwa apabila target penagihan tidak tercapai, hal tersebut akan berdampak pada pengurangan tunjangan petugas. “Apabila penagihan tidak mencapai target, maka akan berdampak pada pengurangan tunjangan,” tambahnya.
Target Realisasi Pembayaran
Menurut Berly, jumlah tunggakan pajak kendaraan bermotor di Banten mencapai sekitar 2 juta unit. Untuk tahun ini, Pemprov Banten menargetkan agar 200 ribu tunggakan dapat direalisasikan pembayarannya. “Selama lima tahun terakhir, tunggakan mencapai sekitar dua juta kendaraan roda dua dan roda empat. Tahun ini targetnya 200 ribu tunggakan direalisasikan secara bertahap,” ucapnya.