Stadion Kapten I Wayan Dipta akan menjadi saksi bisu pertarungan taktik sengit antara Bali United dan Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, pukul 20.30 WIB ini, mempertemukan dua tim dengan ambisi yang kontras di papan klasemen.
Di kubu tuan rumah, pelatih Bali United, Johnny Jansen, tengah berada di bawah tekanan untuk mengakhiri tren negatif timnya. Serdadu Tridatu belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Gawang mereka bahkan telah kebobolan 13 kali dalam periode tersebut, menunjukkan kerapuhan di lini belakang. Saat ini, Bali United menempati peringkat ke-11 dengan 29 poin.
Jansen sendiri mengakui bahwa pertandingan melawan Persijap tidak akan mudah, terutama mengingat pertemuan pertama di kandang Persijap yang berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Bali United pada 19 Oktober 2025. “Kami di putaran pertama bisa menang di kandang mereka, tapi saat itu situasi tidak mudah dan sekarang mereka juga memiliki pemain yang baru. Kami juga kehilangan beberapa pemain. Mudah-mudahan kami bisa memberikan 3 poin untuk suporter,” ujar Johnny Jansen. Ia juga sempat meluapkan kekecewaannya setelah timnya menyia-nyiakan keunggulan tiga gol saat bermain imbang 3-3 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan sebelumnya. “Pertandingan yang gila di mana kami bisa unggul 3 gol di awal namun situasi berubah di akhir laga,” kata Jansen. “Saya pikir tim kami melewatkan peluang besar di babak pertama. Kami punya beberapa momen untuk mengakhiri pertandingan tetapi tidak melakukannya.”
Di sisi lain, Persijap Jepara datang ke Bali dengan semangat tinggi setelah meraih kemenangan penting atas Persebaya pada pekan lalu. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini berhasil mengumpulkan 9 poin dari lima pertandingan terakhir mereka. Pelatih Mario Lemos, yang baru saja kembali menukangi Persijap pada 17 Februari 2026 setelah sempat digeser menjadi Direktur Teknik, mengusung misi krusial untuk membawa timnya keluar dari zona degradasi. Persijap saat ini berada di peringkat ke-16 dengan 18 poin, dan kemenangan di laga ini akan mengangkat mereka dari posisi berbahaya tersebut.
Lemos menyatakan optimismenya untuk mencuri poin di kandang Bali United. “Kami berada dalam situasi di mana kami harus berjuang untuk bertahan di kompetisi ini. Jadi, semua pertandingan bakal sangat penting. Kami akan selalu berusaha untuk mendapatkan poin,” tegas Mario Lemos. Ia menambahkan, “Itulah sebabnya kami akan berusaha mendapatkan hasil terbaik di Bali. Dengan segala hormat terhadap Bali United yang pernah mengalahkan kami di Jepara. Namun, kami sudah siap untuk mendapatkan poin.”
Dalam pertandingan ini, Bali United dipastikan kehilangan bek tengah Joao Ferrari yang terkena sanksi kartu merah, ini merupakan kali kedua ia absen karena sanksi serupa musim ini. Absennya Ferrari menjadi kerugian besar bagi lini pertahanan Serdadu Tridatu. Sementara itu, Persijap diperkirakan bisa tampil dengan kekuatan penuh. Pemain seperti Iker Guarrotxena, yang telah mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir, dan Carlos Franca dengan tujuh gol serta dua assist, akan menjadi tumpuan Laskar Kalinyamat.
Faktor lain yang akan memengaruhi jalannya pertandingan adalah absennya suporter Bali United di stadion akibat sanksi Komdis PSSI. Johnny Jansen menyayangkan hal ini, “Laga besok tanpa suporter dan saya tidak menyukainya. Kehadiran suporter memberikan energi buat kami, namun karena situasi kami harus tetap maksimal di pertandingan.” Kondisi ini bisa menjadi keuntungan psikologis bagi Persijap yang datang tanpa beban.
Pertemuan kedua tim di BRI Super League musim ini menjanjikan adu strategi menarik antara Johnny Jansen yang berupaya membangkitkan Bali United dari keterpurukan, dan Mario Lemos yang bertekad membawa Persijap menjauh dari zona degradasi.