Adu Taktik Mihail dan Van Gastel: PSBS Berjuang Jauhi Degradasi di BRI Super League

Author Image

Irfan

27 Februari 2026

psbs biak, psim yogyakarta, marian mihail, jean-paul van gastel, bri super league

Duel taktik menarik akan tersaji di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, ketika menjamu dalam lanjutan pekan ke-23 2025/2026. Pertandingan ini tidak hanya mempertemukan dua tim yang sama-sama berjuang memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga menjadi panggung adu strategi antara dua juru taktik berpengalaman, Marian Mihail dari PSBS dan dari PSIM.

PSBS Biak, yang berstatus juara Liga 2 musim 2023/2024 dan promosi ke kasta tertinggi, kini tengah menghadapi situasi sulit di papan bawah klasemen BRI Super League. Mereka menempati peringkat ke-15 dengan 18 poin, berjuang keras untuk menjauh dari zona degradasi. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta yang merupakan juara Liga 2 musim 2024/2025 dan juga promosi ke Super League, berada dalam posisi yang relatif lebih aman di peringkat ketujuh atau kedelapan dengan koleksi 33 hingga 35 poin.

Strategi Marian Mihail untuk PSBS Biak

Marian Mihail, pelatih asal Rumania, baru saja ditunjuk sebagai nakhoda PSBS Biak pada 10 Februari 2026 untuk mengarungi paruh kedua musim 2025/2026. Dengan formasi favorit 4-3-3 menyerang, Mihail dihadapkan pada tugas berat untuk mengangkat performa tim berjuluk Badai Pasifik ini. Ia mengakui tantangan besar yang menantinya. “Saya tahu ini tugas berat untuk membawa tim menjauh dari zona degradasi,” ungkap Mihail.

Mihail telah melakukan evaluasi mendalam, terutama menyoroti lini belakang timnya yang menjadi salah satu yang paling banyak kebobolan di liga. “Taktikal tidak akan berubah, kami akan perbaiki sedikit saja. Bermain lebih berhati-hati apalagi di lini belakang. Secara statistik kami paling banyak kebobolan,” jelasnya. Ia juga menilai PSIM sebagai tim yang teknis dan terorganisir, sehingga persiapan intensif telah dilakukan.

Filosofi Jean-Paul van Gastel di PSIM Yogyakarta

Di kubu PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, pelatih asal Belanda, telah menukangi Laskar Mataram sejak 17 Juni 2025. Dikenal dengan pendekatan pragmatis yang mengutamakan keseimbangan dan efisiensi, serta disiplin posisi, Van Gastel cenderung menggunakan formasi 4-3-3 bertahan. Pengalamannya sebagai asisten pelatih di Feyenoord bersama Ronald Koeman dan Giovanni van Bronckhorst membentuk filosofi kepelatihannya.

Menjelang laga kontra PSBS, Van Gastel menyoroti singkatnya jeda pertandingan yang hanya satu hari, yang membuat persiapan timnya menjadi sangat pendek. Ia juga mengeluhkan masalah struktural, khususnya komunikasi antarpemain, yang menjadi salah satu penyebab timnya gagal meraih kemenangan dalam lima laga terakhir. “Saya rasa masalah tim saat ini bersifat struktural, salah satunya komunikasi antarpemain,” kata Van Gastel. Meski demikian, ia mengapresiasi semangat juang timnya yang sempat bangkit dari ketertinggalan tiga gol saat melawan Bali United di pekan sebelumnya.

Pertarungan di Tengah Tren Negatif

Kedua tim datang ke pertandingan ini dengan performa yang kurang memuaskan. PSBS Biak gagal meraih kemenangan dalam lima laga terakhirnya, dengan catatan tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Sementara itu, PSIM Yogyakarta juga belum mencicipi kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan. Pertemuan pertama kedua tim di musim ini, pada 29 Desember 2025, berakhir imbang 2-2 di Stadion Sultan Agung, di mana PSBS sempat unggul dua gol lebih dulu.

Laga krusial ini akan digelar tanpa kehadiran penonton di Stadion Maguwoharjo, sesuai dengan kesepakatan PSBS Biak yang menjadikan Sleman sebagai markas sementara mereka. Kondisi mental yang berbeda, di mana PSBS tertekan ancaman degradasi dan PSIM lebih santai, diprediksi akan membuat pertandingan berjalan ketat dan penuh kejutan.