Ketua MPR Ahmad Muzani meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah. Ia mendesak agar warga direlokasi sepenuhnya dan tidak kembali menempati area tersebut, mengingat rekomendasi dari ahli geologi yang menyatakan lokasi tersebut tidak aman.
Rekomendasi Ahli Geologi
“Hunian yang sekarang ini kena musibah, tidak direkomendasi untuk ditempati untuk kegiatan apapun. Baik untuk kegiatan tempat tinggal, kegiatan ibadah, kegiatan pendidikan, ataupun kegiatan lain, karena lokasinya yang tidak direkomendasi oleh ahli geologi,” ujar Muzani usai peninjauan di lokasi pada Senin (16/2/2026).
Peninjauan ini dilakukan menyusul dampak tanah bergerak di Padasari, Tegal, yang menyebabkan kerusakan parah pada sekitar 900 rumah warga serta sejumlah fasilitas umum. Seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke posko pengungsian.
Dampak Luas Bencana
“Di Kabupaten Tegal, di Padasari, Jatinegara, Jawa Tengah ada musibah tanah bergerak yang menyebabkan kurang lebih 900 rumah roboh, hancur, termasuk sekolah, tempat ibadah, masjid, pondok pesantren, dan banyak fasilitas-fasilitas umum lainnya rata dengan tanah,” jelas Muzani.
Muzani menekankan urgensi relokasi warga, terutama menjelang bulan Ramadan. Ia meminta agar proses relokasi ke hunian sementara (Huntara) dipercepat.
Proses Relokasi dan Hunian Sementara
“Setelah ini selesai musibah ini, tentu saja yang dilakukan adalah melakukan relokasi. Baik relokasi untuk pengungsi, kemudian relokasi untuk hunian sementara. Kemudian sekarang Kementerian Pekerjaan Umum telah mempersiapkan hunian sementara yang lokasinya sudah dipersiapkan di tidak jauh dari lokasi,” kata Muzani.
Ia menambahkan bahwa di Huntara juga akan dibangun masjid dan fasilitas pendukung lainnya. “Di Huntara juga dibangun masjid, fasilitas-fasilitas lainnya, tadi kami dapat penjelasan seperti itu. Tapi yang penting adalah setelah itu hunian tetap, itu sedang dalam pemikiran berikutnya setelah Huntara terhuni seluruhnya,” lanjutnya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 12 hektar untuk hunian sementara, namun hanya 4,8 hektare yang dinilai layak. “Nanti sisanya akan dicari tempat lain dan sekarang sedang dalam pengujian. Nanti kalau dianggap layak, itu akan dijadikan juga tempat untuk Huntara,” imbuh Muzani.
Bantuan dan Apresiasi
Dalam kunjungannya, Muzani dan rombongan juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai. “Kami juga membantu sembako, BNPB membantu sembako jumlahnya ada, kami bantu sembako jumlahnya 2.000. Dan sudah sampai di sini. Kemudian dari Kemensos juga sudah datang. Tadi dari BNPB kami sudah serahkan jumlahnya 241 juta rupiah,” ujarnya.
Muzani mengapresiasi respons cepat dari aparat TNI, Polri, BNPB, relawan, dan masyarakat yang sigap dalam penanganan bencana. “Kami telah menyaksikan bagaimana cepat, sigap, aparat TNI, Polri, BNPB, relawan, masyarakat, di bawah komando masing-masing, meninggalkan tempat yang berbahaya itu pada saat kejadian, sehingga korban diminimalisir. Bahkan jumlah korban nol. Tentu ini sebuah cara penanganan yang tepat, presisi, dan pas,” tutupnya.






