Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa rehabilitasi wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) akan menjadi prioritas utama dalam upaya pembangunan kembali kawasan Sumatera yang terdampak bencana. AHY menekankan pentingnya evaluasi tata ruang agar sesuai dengan peruntukannya dan berbasis mitigasi bencana.
Evaluasi Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana
“Saya rasa bagian utama dari membangun lebih baik ini sangat bergantung pada tata ruang wilayah yang benar-benar sesuai dengan peruntukannya. Dan kita harus berani mengevaluasi tata ruang sehingga berbasis pada mitigasi dan adaptasi terhadap bencana. Dalam konteks ini, prioritasnya adalah rehabilitasi hulu daerah aliran sungai,” ujar AHY dalam rapat koordinasi Satgas di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Menurut AHY, langkah ini merupakan upaya krusial untuk mencegah risiko bencana berulang dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah terdampak.
Relokasi Warga dan Normalisasi Pelayanan Pertanahan
Pemerintah juga tengah menyiapkan relokasi bagi rumah warga yang tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di lokasi semula, terutama yang berada di kawasan rawan bencana. “Dan kita pastikan adalah upaya untuk relokasi untuk rumah-rumah yang memang tidak memungkinkan dibangun di tempat awal. Ini diperlukan pendataan kebutuhan lahan dan juga verifikasi status sehingga benar-benar clean and clear untuk hunian tetap,” jelasnya.
Proses relokasi ini akan didukung dengan pendataan kebutuhan lahan yang cermat serta verifikasi status tanah yang akurat sebelum ditetapkan sebagai hunian tetap bagi warga. Selain itu, AHY menambahkan bahwa normalisasi pelayanan pertanahan akan dilakukan dengan pendekatan “menjemput bola”.
“Dan yang terakhir tentunya terkait dengan normalisasi pelayanan pertanahan agar menjemput bola. Para petugas BPN tentunya bisa melakukan upaya ini, datang ke warga, para pengungsi agar prosesnya lebih cepat,” ucapnya.






