AirNav Terbitkan Peringatan Penerbangan, Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Rute Internasional

airnav indonesia, timur tengah, penerbangan internasional, bandara ngurah rai, bandara soekarno-hatta

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau telah menerbitkan Notice to Air Missions (NOTAM) terkait peningkatan aktivitas di wilayah udara . Peringatan ini menyusul eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu penutupan signifikan sejumlah wilayah udara di kawasan tersebut pada Sabtu, 28 Februari 2026, hingga Minggu, 1 Maret 2026.

Dampak langsung dari situasi ini terasa pada operasional dari dan menuju Indonesia. Sejumlah rute penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang terpaksa dibatalkan atau mengalami penyesuaian jadwal.

Penutupan Wilayah Udara dan NOTAM AirNav

Berdasarkan dokumen Middle East Airspace Activity, beberapa Flight Information Region (FIR) di Timur Tengah dilaporkan ditutup atau mengalami pembatasan layanan. Tehran FIR (OIIX), misalnya, ditutup hingga 1 Maret 2026 pukul 08.30 UTC, sebagaimana tercantum dalam NOTAM A0717/26. Selain itu, NOTAM A0716/26 memperingatkan potensi meluasnya area konflik ke Teluk Persia dan Laut Oman dalam wilayah Tehran FIR demi alasan keamanan.

Wilayah udara lain yang terdampak termasuk Kabul FIR (OAKX), dengan NOTAM G0109/26 yang mengindikasikan kemungkinan penundaan penerbangan, serta NOTAM G0108/26 yang menyatakan layanan Air Traffic Services (ATS) tidak tersedia. Tel-Aviv FIR (LLLL) juga ditutup untuk seluruh penerbangan, kecuali penerbangan sipil kedatangan dan keberangkatan dengan persetujuan khusus, serta penerbangan militer yang telah disetujui, sesuai NOTAM A0195/26. Rute ATS J10 antara NALSO dan TOMAL di Tel-Aviv FIR juga ditutup berdasarkan NOTAM A0204/26. Doha FIR (OTDF) diperkirakan ditutup hingga 1 Maret 2026 pukul 04.30 UTC.

Negara-negara lain yang turut menutup wilayah udaranya meliputi Israel, Irak, Yordania, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan sebagian wilayah Suriah. Otoritas Penerbangan Sipil Umum Uni Emirat Arab (GCAA) juga mengumumkan penutupan sementara sebagian wilayah udaranya sebagai tindakan pencegahan.

Dampak pada Penerbangan dari Indonesia

Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, setidaknya tiga penerbangan mengalami pembatalan dan satu penerbangan ditunda pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 21.00 WITA. Penerbangan yang dibatalkan meliputi Emirates EK369 rute Denpasar-Dubai, Emirates EK399 rute Denpasar-Dubai, dan Qatar Airways QR963 rute Denpasar-Doha. Sementara itu, penerbangan Etihad Airways EY477 rute Denpasar-Abu Dhabi mengalami penundaan.

Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menyatakan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum tetap berjalan normal. Penumpang yang terdampak pembatalan diarahkan sesuai kebijakan maskapai, termasuk penyediaan akomodasi atau opsi pengembalian dana dan penjadwalan ulang. Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai juga meningkatkan pengamanan dan monitoring di terminal internasional.

Situasi serupa terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelaksana Tugas (Pgs) Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, membenarkan adanya pembatalan dan penundaan penerbangan tujuan Timur Tengah. Maskapai seperti Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, dan Garuda Indonesia terpaksa menyesuaikan jadwal. Beberapa penerbangan yang terdampak antara lain Etihad Airways EY472 tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways QR954 tujuan Doha, dan Garuda Indonesia GA900 tujuan Doha. Aziz mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

Koordinasi Pemerintah dan Imbauan untuk Penumpang

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, bersama AirNav Indonesia dan maskapai nasional, terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan asing untuk memastikan keselamatan dan kelancaran penerbangan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menekankan pentingnya maskapai memonitor kondisi ruang udara, menyesuaikan jalur penerbangan jika diperlukan, dan menyiapkan skenario alternatif, termasuk untuk penerbangan haji dan umrah.

Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah juga telah mengambil langkah mitigasi untuk jemaah umrah yang berpotensi tertahan di bandara, dengan membentuk tim di tiga terminal bandara dan menjalin komunikasi intensif dengan maskapai serta travel penyelenggara. KBRI Riyadh mengimbau Warga Negara Indonesia di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan.

Eskalasi konflik di Timur Tengah telah menyebabkan gangguan luas pada penerbangan internasional, termasuk jalur penerbangan yang lebih panjang dan biaya bahan bakar yang lebih tinggi. Maskapai Saudia bahkan membatalkan penerbangan ke sejumlah kota di Timur Tengah, serta Moskow dan Peshawar, karena penutupan wilayah udara. Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik ini.