Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kabar kematian tokoh sentral Iran ini dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, memicu gelombang ketidakpastian geopolitik yang mendalam di Timur Tengah dan berpotensi mengguncang pasar komoditas global, khususnya harga emas.
Serangan yang menewaskan Khamenei terjadi di kantornya di Teheran, dengan citra satelit menunjukkan kerusakan parah pada kompleks berkeamanan tinggi tersebut. Presiden AS Donald Trump segera mengumumkan kematian Khamenei, menyebutnya sebagai “kesempatan terbesar” bagi rakyat Iran untuk “merebut kembali” negara mereka. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat bekerja sama erat dengan Israel dalam operasi ini.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Militer Israel, dalam operasi yang dinamakan “Lion’s Roar,” melancarkan serangkaian serangan terhadap situs rudal balistik dan pertahanan udara Iran pada Minggu, 1 Maret 2026. Iran tidak tinggal diam, melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan militer AS di setidaknya tujuh negara lain, termasuk negara-negara Teluk.
Dampak dari eskalasi ini telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan. Setidaknya satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi akibat serangan Iran. Di Tel Aviv, seorang wanita dilaporkan tewas setelah rentetan rudal Iran menghantam wilayah tersebut. Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas dan 747 terluka akibat serangan udara AS-Israel di 24 dari 31 provinsi Iran. Sebuah sekolah dasar perempuan di Minab juga menjadi sasaran, menewaskan sedikitnya 100 orang. Bahkan, empat anggota keluarga dekat Khamenei turut menjadi korban dalam operasi tersebut.
Reaksi internasional beragam. Sekretaris Jenderal PBB mengutuk serangan udara AS-Israel dan menyerukan negosiasi segera untuk mencegah konflik yang lebih luas. Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa kematian Khamenei “tidak akan ditangisi.” Sebagai bentuk duka, Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan tujuh hari libur umum.
Dampak pada Harga Emas Global
Kematian Ali Khamenei dan eskalasi konflik di Timur Tengah diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan pada harga emas global. Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven, telah menunjukkan tren kenaikan yang kuat bahkan sebelum peristiwa ini. Pada 25 Februari 2026, harga emas sudah diperdagangkan di sekitar 5.187 dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi.
Analis dari berbagai lembaga keuangan terkemuka telah merevisi proyeksi harga emas mereka ke atas. Goldman Sachs, misalnya, menaikkan target harga emas akhir tahun 2026 menjadi 5.400 dolar AS per ons. J.P. Morgan memperkirakan harga rata-rata 5.055 dolar AS per ons pada kuartal keempat 2026, dengan potensi mencapai 6.000 dolar AS per ons. Deutsche Bank dan UBS juga memiliki target yang ambisius, masing-masing 6.000 dolar AS dan 6.200 dolar AS (dengan skenario terbaik 7.200 dolar AS).
Faktor-faktor pendorong kenaikan harga emas meliputi ketidakpastian geopolitik, pembelian oleh bank sentral, dan upaya investor untuk melindungi nilai aset mereka dari risiko makroekonomi. Konflik yang memanas antara Iran dan Israel secara historis selalu meningkatkan daya tarik emas. Selain itu, potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS juga akan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.