Alysa Liu Raih Emas Olimpiade, Akhiri Penantian 24 Tahun AS di Seluncur Indah

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771666076

, atlet berusia 20 tahun dari Amerika Serikat, berhasil merebut di nomor tunggal putri pada Olimpiade Musim Dingin 2026. Kemenangan dramatis ini mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat selama 24 tahun untuk medali emas di disiplin tersebut, sebuah prestasi yang terakhir kali diraih oleh Sarah Hughes pada tahun 2002.

Liu, yang dikenal dengan semangat bebas dan kegembiraannya di atas es, menunjukkan penampilan gemilang di Milano Ice Skating Arena pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia berhasil melampaui rival-rival kuatnya dari Jepang, Kaori Sakamoto yang meraih perak dan Ami Nakai yang membawa pulang perunggu.

Comeback Gemilang Setelah Pensiun Dini

Kemenangan Liu menjadi sorotan utama mengingat perjalanannya yang luar biasa. Ia sempat mengejutkan dunia seluncur indah dengan mengumumkan pensiun pada usia 16 tahun, tak lama setelah tampil di Olimpiade Beijing 2022 di mana ia menempati posisi keenam. Namun, setelah dua tahun menjauh dari kompetisi, Liu kembali ke arena pada tahun 2024 dengan motivasi baru: menemukan kembali kegembiraan dalam berseluncur dan berkompetisi dengan caranya sendiri, bebas dari tekanan.

“Saya memilih untuk berada di sini… Saya senang bisa kembali dan memilih takdir saya sendiri,” ujar Liu sebelumnya. Pendekatan ini terbukti efektif, bahkan setelah program pendek, ia menyatakan, “Saya benar-benar tidak merasa gugup. Saya tidak merasakan tekanan. Tidak ada yang menahan saya atau menghalangi saya. Saya mengundang semuanya. Jadi, apa pun yang terjadi, itu adalah sebuah cerita.”

Performa Memukau di Program Bebas

Memulai hari di posisi ketiga setelah program pendek dengan skor 76,59 poin, Liu tampil memukau di program bebas. Dengan mengenakan gaun emas berkilauan dan diiringi lagu “MacArthur Park Suite” dari Donna Summer, ia mendaratkan ketujuh lompatan triple-nya dengan bersih, termasuk tiga kombinasi. Penampilannya yang nyaris tanpa cela ini menghasilkan skor terbaik pribadinya di program bebas sebesar 150,20 poin, dengan total keseluruhan 226,79 poin.

“Saya sangat senang dengan bagaimana saya berseluncur,” kata Liu setelah upacara medali. “[Itu adalah] perasaan yang luar biasa ketika saya selesai berseluncur. Dan ketika saya berseluncur — mendengar sorakan — dan saya merasa sangat terhubung dengan penonton. Saya ingin berada di sana lagi.” Ia juga menambahkan, “Perasaan yang saya rasakan di sana adalah tenang, bahagia, dan percaya diri.”

Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri puasa gelar individu, tetapi juga menambah koleksi emas Liu di Olimpiade Musim Dingin 2026, setelah sebelumnya ia turut membantu Tim AS meraih medali emas di nomor beregu.

Reaksi dan Filosofi Sang Juara

Setelah menyelesaikan programnya, Liu terlihat sangat gembira, bahkan sempat berseru, “Itu yang saya bicarakan!” ke arah kamera, menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Ia juga memeluk para pesaingnya, Ami Nakai dan Kaori Sakamoto, menunjukkan sportivitas yang tinggi.

Liu, yang dijuluki “ratu yang tidak terganggu” oleh media, menegaskan bahwa hasil akhir tidak lebih penting daripada perasaannya saat tampil. “Saya tidak membutuhkan ini [medali],” katanya tentang medali emasnya. “Tapi yang saya butuhkan adalah panggungnya, dan saya mendapatkannya, jadi saya baik-baik saja apa pun yang terjadi.” Filosofi ini, menurut pelatihnya Phillip DiGuglielmo, membuat Liu kembali sebagai skater yang lebih baik, yang kini berkolaborasi dalam setiap aspek latihannya.

Sebelumnya, Liu telah mencetak sejarah sebagai wanita AS pertama yang mendaratkan lompatan quad lutz dalam kompetisi pada tahun 2019. Ia juga merupakan juara dunia AS 2025, mengakhiri kekeringan gelar dunia bagi wanita AS sejak Kimmie Meissner pada tahun 2006. Kini, pada usia 20 tahun, Alysa Liu telah mengukir namanya dalam sejarah Olimpiade, bukan hanya dengan medali emas, tetapi juga dengan kisah inspiratif tentang menemukan kembali gairah dan berseluncur dengan kebahagiaan sejati.