MILAN – Alysa Liu, peseluncur indah sensasional asal Amerika Serikat, berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali emas di nomor tunggal putri Olimpiade Musim Dingin 2026. Kemenangan ini tidak hanya menandai puncak karier gemilangnya, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat selama 24 tahun untuk medali emas di kategori tersebut. Atlet berusia 20 tahun ini menunjukkan performa terbaiknya dalam program bebas, mengumpulkan total 226,79 poin yang memukau juri dan penonton.
Liu tampil memukau dengan balutan gaun emas berkilauan, meluncur anggun diiringi lagu “MacArthur Park Suite” dari Donna Summer. Ia berhasil mendaratkan ketujuh lompatan triple-nya dengan sempurna, termasuk tiga kombinasi lompatan, yang membuat penonton di Milano Ice Skating Arena berdiri memberikan tepuk tangan meriah. Perasaan “tenang, bahagia, dan percaya diri” terpancar jelas dari wajah Liu saat ia menyelesaikan penampilannya yang energik.
Kemenangan ini menjadi babak paling menakjubkan dalam kisah comeback Alysa Liu. Ia sempat mengejutkan dunia seluncur indah dengan mengumumkan pengunduran dirinya pada April 2022, di usia 16 tahun. Keputusan itu diambil karena kelelahan, kejenuhan, dan keinginan untuk merasakan kehidupan normal, menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, serta melanjutkan pendidikan di UCLA dengan jurusan psikologi.
Namun, hasratnya untuk meluncur kembali membara. Setelah hampir dua tahun vakum, Liu mengumumkan keputusannya untuk kembali berkompetisi pada Maret 2024, terinspirasi oleh sensasi adrenalin yang ia rasakan saat bermain ski. Kembalinya ia ke gelanggang es bukan sekadar untuk meraih medali, melainkan untuk menemukan kembali kegembiraan dalam olahraga yang dicintainya.
Mencerminkan perubahan mentalnya, Liu pernah menyatakan, “Menang dan kalah tidak lagi memengaruhi saya… Medali tidak membuat saya merasa puas. Saya berseluncur karena saya suka berseluncur.” Ia menambahkan, “Saya tidak membutuhkan ini [medali]. Tapi yang saya butuhkan adalah panggungnya, dan saya mendapatkannya, jadi saya baik-baik saja apa pun yang terjadi.” Filosofi ini menjadi kunci performa konsistennya di bawah tekanan.
Sebelum meraih emas Olimpiade, Liu telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang. Ia menjadi juara nasional putri AS termuda pada usia 13 tahun (2019) dan mempertahankan gelarnya pada 2020. Liu juga menjadi wanita AS pertama yang berhasil mendaratkan lompatan quadruple (quad Lutz) dalam kompetisi pada 2019. Ia meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2022 dan finis di posisi ketujuh pada Olimpiade Beijing 2022, di mana ia juga membantu Tim AS meraih perunggu di nomor beregu. Setelah comeback-nya, ia langsung menjadi Juara Dunia 2025. Bahkan, sebelum emas individu ini, Liu sudah lebih dulu menyabet emas di nomor beregu Olimpiade Musim Dingin 2026.
Di bawah bimbingan pelatih Phillip DiGuglielmo dan Massimo Scali, Alysa Liu berhasil mengungguli rival-rival kuatnya dari Jepang, Kaori Sakamoto yang meraih perak, dan Ami Nakai yang membawa pulang perunggu. Kemenangan ini mengukuhkan status Alysa Liu bukan hanya sebagai seorang atlet berbakat, tetapi juga sebagai inspirasi bagi banyak orang melalui perjalanan kariernya yang penuh liku dan keberanian untuk mengikuti kata hatinya.