Tim analis dari Bareksa mengeluarkan rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi perhatian investor. Tiga saham yang menjadi sorotan utama adalah PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Pergerakan IHSG pada hari ini terpantau dalam rentang yang terbatas, mencerminkan kehati-hatian investor dalam mencermati sentimen pasar global dan data ekonomi domestik. Di tengah kondisi ini, Bareksa melihat adanya peluang pada saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis Bareksa
Untuk saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), tim analis Bareksa merekomendasikan ‘beli’ dengan target harga Rp 2.800 per saham. Saham EXCL diproyeksikan memiliki level dukungan (support) di Rp 2.600 dan level resistansi (resistance) di Rp 2.750. Rekomendasi ini didasari oleh potensi pertumbuhan pendapatan yang kuat dari layanan data serta ekspansi jaringan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga masuk dalam daftar rekomendasi ‘beli’ dari Bareksa. Analis menetapkan target harga untuk BBNI di level Rp 6.200 per saham, dengan support di Rp 5.900 dan resistance di Rp 6.100. Kinerja keuangan BBNI yang solid, pertumbuhan kredit yang stabil, serta prospek dividen yang menarik menjadi faktor pendorong rekomendasi ini.
Terakhir, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turut direkomendasikan ‘beli’ oleh tim analis Bareksa. Target harga yang ditetapkan untuk PGAS adalah Rp 1.750 per saham, dengan level support di Rp 1.600 dan resistance di Rp 1.700. Peningkatan permintaan gas dari sektor industri dan dukungan kebijakan pemerintah terkait energi diyakini akan menjadi katalis positif bagi kinerja PGAS.
Investor disarankan untuk tetap melakukan analisis mandiri dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat dinamika pasar modal yang selalu berubah. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam menyusun strategi investasi di tengah fluktuasi pasar.