Analis Soroti Bitcoin Terperosok Lima Bulan Beruntun, Arus Keluar ETF Capai Miliaran Dolar

global kembali diwarnai ketidakpastian seiring dengan kinerja yang mencatatkan penurunan selama lima bulan berturut-turut, sebuah tren terburuk yang belum terlihat sejak tahun 2018. Kondisi ini diperparah dengan arus keluar dana investasi dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat yang mencapai miliaran dolar pada awal tahun 2026, meskipun sempat terjadi sedikit pemulihan di akhir Februari.

Menurut data terbaru per 2 Maret 2026, Bitcoin telah mengalami penurunan harga selama lima bulan berturut-turut sejak Oktober tahun lalu. Februari 2026 menjadi bulan kelima berturut-turut di zona merah, menandai rekor yang terakhir kali terjadi pada tahun 2018. Tingkat pengembalian Bitcoin pada Februari 2026 tercatat minus 14,94%, menjadikannya kinerja terburuk ketiga untuk bulan Februari sejak tahun 2013.

Arus Keluar ETF Bitcoin Mencapai Puncak

Produk spot di AS menghadapi tekanan signifikan dengan total kumulatif arus keluar sekitar 4,5 miliar dolar AS selama lima minggu berturut-turut di awal tahun 2026. Ini merupakan periode arus keluar terpanjang sejak peluncuran ETF tersebut pada Januari 2024. Akibatnya, total aset yang dikelola (AUM) oleh ETF Bitcoin spot AS merosot sekitar 30,5% sejak awal 2026, dari sekitar 117 miliar dolar AS menjadi 81,3 miliar dolar AS.

Namun, pasar sempat menyaksikan pembalikan arah yang menarik. Pada 24 Februari, ETF Bitcoin spot yang diperdagangkan di AS mencatat arus masuk bersih sebesar 257,7 juta dolar AS, mengakhiri lima minggu berturut-turut penarikan dana yang totalnya mencapai 3,8 miliar dolar AS. Bahkan, untuk minggu yang berakhir pada 28 Februari, ETF Bitcoin spot membukukan total arus masuk bersih sebesar 787,31 juta dolar AS. Meskipun demikian, kinerja bulanan Februari secara keseluruhan tetap ditutup dengan total arus keluar bersih sebesar 206,52 juta dolar AS dari ETF Bitcoin spot. Pada Jumat, 27 Februari 2026, ETF Bitcoin masih mencatat arus keluar bersih 27,55 juta dolar AS, dengan BlackRock sendiri menjual 32 juta dolar AS.

Pergeseran ini menunjukkan perubahan perilaku investor institusional yang sebelumnya dianggap sebagai pemegang jangka panjang, kini mulai keluar dari posisi mereka. Dengan yang berkisar di angka 68.000 dolar AS, sementara harga beli rata-rata investor ETF berada di sekitar 84.100 dolar AS, sebagian besar pemegang ETF saat ini mengalami kerugian sekitar 20%.

Volatilitas dan Sentimen ‘Ketakutan Ekstrem’

Di tengah gejolak pasar, Bitcoin sempat merosot di bawah 64.000 dolar AS pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, akibat kondisi geopolitik yang memburuk. Namun, pada 26 Februari 2026, Bitcoin secara mengejutkan melonjak 4,06% dalam 24 jam, mencapai 68.517 dolar AS, meskipun Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) anjlok ke angka 11, yang mengindikasikan “Ketakutan Ekstrem” di kalangan investor. Kenaikan harga ini terjadi setelah Bitcoin pulih dari penurunan hampir 50% dari puncaknya di Oktober 2025 yang mencapai 126.000 dolar AS.

Analis Scott Melker, dari Wolf of All Streets, mencatat bahwa lonjakan harga Bitcoin di pertengahan minggu (sekitar 25 Februari) tidak dapat dijelaskan oleh “katalis yang mengguncang dunia” mana pun. Volatilitas Bitcoin sendiri diketahui memuncak di sekitar waktu rilis data makroekonomi AS dan pembukaan pasar saham AS.

Proyeksi Analis: Antara Bearish dan Bullish

Proyeksi analis untuk akhir tahun 2026 sangat bervariasi, mulai dari target bearish 50.000 dolar AS (revisi dari Standard Chartered) hingga skenario bullish 150.000-300.000 dolar AS. Untuk bulan Maret, perkiraan jangka menengah berkisar di angka rata-rata 74.900 dolar AS. Menariknya, 92% trader memperkirakan harga di bawah 65.000 dolar AS untuk bulan Maret, namun 80% di antaranya tetap mempertahankan pandangan bullish untuk akhir tahun.

Ekonom makro Henrik Zeberg bahkan memproyeksikan Bitcoin dapat melonjak antara 110.000 hingga 120.000 dolar AS pada bulan Maret ini, dengan kemungkinan mencapai 140.000-150.000 dolar AS jika momentum pasar menguat melebihi ekspektasi. Sebaliknya, Steven McClurg, CEO Canary Capital, memperkirakan Bitcoin bisa jatuh serendah 50.000 dolar AS di musim panas, menyebut 2026 sebagai “fase bearish dari siklus empat tahun”. Level dukungan krusial yang diawasi ketat adalah 60.000 dolar AS; jika level ini ditembus, harga berpotensi turun ke kisaran 50.000-an dolar AS.

Di tengah perdebatan ini, sebuah tonggak teknis penting akan tiba pada Maret 2026, ketika Bitcoin ke-20 juta diproyeksikan akan ditambang. Peristiwa ini dianggap sebagai katalis sisi penawaran yang menyoroti kelangkaan Bitcoin yang terprogram di tengah ketidakpastian fiskal dan risiko devaluasi mata uang fiat.